Pemkab Sumba Timur Dorong Rebranding Beras Lokal Jadi Produk Premium Bermerek

  • 28 Apr 2026 15:26 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui strategi rebranding beras lokal menjadi produk premium bermerek. Langkah ini dilakukan agar hasil panen petani tidak lagi dijual dalam bentuk gabah mentah atau curah dengan harga rendah, tetapi memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.

Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, pemerintah daerah mengarahkan penggunaan teknologi penggilingan modern serta pengemasan beras secara profesional. Produk beras juga didorong mencantumkan identitas daerah melalui label indikasi geografis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, S.T.P., M.M Selasa, 28 April 2026 menegaskan perubahan pola pemasaran menjadi kunci utama peningkatan kesejahteraan petani.

“Pemerintah mendorong agar beras Sumba Timur tidak lagi dijual dalam bentuk curah atau gabah mentah keluar daerah, melainkan diproses dan dikemas dengan merek lokal yang mencantumkan indikasi geografis untuk menyasar pasar premium,” ujarnya saat diwawancarai RRI Kupang.

Menurutnya, strategi ini tidak hanya menjaga kedaulatan pangan daerah, tetapi juga memastikan nilai ekonomi hasil pertanian tetap berputar di wilayah Sumba Timur.

Pemerintah daerah juga memperkuat dukungan kepada pelaku UMKM sektor pangan, termasuk dalam proses sertifikasi kualitas dan pengurusan izin edar. Kolaborasi dengan sektor swasta diharapkan mampu memperluas jaringan distribusi hingga ke pasar modern di berbagai kota.

Selain itu, Nico menambahkan, pembangunan pusat pengolahan beras terpadu dengan teknologi Rice Milling Unit modern tengah direncanakan guna meningkatkan kualitas beras agar mampu bersaing dengan produk nasional maupun impor.

Pemberian label indikasi geografis dinilai menjadi nilai tambah tersendiri karena menjamin keaslian dan cita rasa khas beras Sumba Timur. “Hal ini kami harapkan dapat menarik minat konsumen, termasuk sektor pariwisata seperti hotel dan restoran,” ujarnya.

Upaya rebranding ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju industri pangan modern, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....