Pemkab Sumba Timur Siapkan Strategi Kelola Surplus Beras, Jaga Stabilitas Harga
- 28 Apr 2026 15:22 WIB
- Kupang
RRI.CO.IDKupang - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyiapkan langkah strategis untuk mengelola potensi surplus beras pada musim panen raya tahun ini. Upaya ini dilakukan guna menjaga ketahanan pangan sekaligus mencegah penurunan harga gabah di tingkat petani.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur pascapanen, seperti pembangunan lantai jemur dan penyediaan mesin pengering padi (dryer) di sentra produksi. Fasilitas ini dinilai penting untuk menjaga kualitas gabah agar memiliki daya saing di pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Nicolas Pandarangga, S.T.P, M.M dalam Wawancara Kupang Pagi Ini, Selasa, 28 April 2026 menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan surplus beras. Menurutnya, kerja sama dengan Perum Bulog menjadi kunci dalam menyerap hasil panen petani.
“Kami memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik agar harga tetap stabil dan tidak merugikan petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan surplus tidak hanya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah, tetapi juga diarahkan untuk menyuplai wilayah lain di Nusa Tenggara Timur yang masih mengalami kekurangan produksi beras.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat untuk pembangunan gudang penyimpanan yang memadai. Sistem pergudangan modern diharapkan mampu menjaga kualitas beras dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Nico mengatakan, pelaku UMKM didorong untuk terlibat dalam pengemasan dan pemasaran beras lokal agar memiliki nilai tambah. Inovasi pemasaran digital juga mulai diperkenalkan kepada kelompok tani guna memperluas jaringan distribusi dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.
“Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turut diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani melalui sistem pembelian yang transparan,” katanya.
Langkah-langkah tersebut, harap Nico, mampu menciptakan ekosistem perdagangan beras yang lebih adil, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kedaulatan pangan di wilayah Sumba Timur dan sekitarnya. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....