Muscab PKB Kupang Tekankan Politik Kolaboratif
- 22 Apr 2026 20:11 WIB
- Kupang
RRI CO.ID,Kupang - Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota dan Kabupaten Kupang menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan arah politik yang lebih inklusif dan kolaboratif. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Neo by Aston Kupang Selasa, 21 April 2026, dihadiri sejumlah tokoh penting lintas level, mulai dari pusat hingga daerah.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, dalam sambutannya menekankan bahwa peran partai politik tidak hanya terbatas pada fungsi elektoral, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyebut, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antara pemerintah dan partai politik. “Partai politik adalah ruang lahirnya gagasan. Ketika gagasan itu bertemu dengan kebijakan, maka di situlah pembangunan menemukan arah yang jelas,” ujarnya.
Perwakilan DPP PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa Muscab kali ini dirancang berbeda, dengan pendekatan musyawarah mufakat tanpa kompetisi internal yang berpotensi memecah soliditas kader. Fokus utama diarahkan pada penyusunan program strategis jangka menengah.
Menurutnya, PKB ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kepentingan struktural partai. “Orientasi kita jelas, bagaimana partai ini tetap relevan dan mampu menjawab persoalan riil masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, melihat Muscab sebagai instrumen penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal. Ia menilai, forum seperti ini menjadi ruang pembelajaran politik yang sehat, tidak hanya bagi kader, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Kualitas demokrasi daerah sangat dipengaruhi oleh bagaimana partai politik menjalankan proses internalnya. Jika sehat, maka output kebijakannya juga akan berdampak positif,” ujarnya.
Ketua DPW PKB NTT, Aloysius Malo Ladi, menambahkan bahwa tren pertumbuhan PKB di Nusa Tenggara Timur menunjukkan penguatan yang signifikan, baik dari sisi elektoral maupun struktur organisasi. Ia menyebut Muscab sebagai titik evaluasi sekaligus pijakan untuk memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput.
“Penguatan struktur harus diiringi dengan penguatan peran. PKB harus hadir bukan hanya saat pemilu, tetapi dalam keseharian masyarakat,” katanya.
Dengan pendekatan musyawarah tanpa voting, Muscab PKB Kupang kali ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid dan program kerja yang adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah, mulai dari isu kemiskinan, pendidikan, hingga infrastruktur.
Lebih dari itu, forum ini juga menjadi penegasan bahwa politik kolaboratif dan berbasis harmoni menjadi arah baru yang terus didorong, sejalan dengan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks dan menuntut sinergi lintas sektor. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....