Sambut Hari Kartini, DWP BPMP NTT Gelar Lomba Fashion Tenun
- 21 Apr 2026 16:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2026, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Lomba Fashion Show Tenun Modifikasi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, pukul 15.00 WITA di Aula Kantor BPMP Provinsi NTT.
Lomba tersebut diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari siswa tingkat TK/PAUD hingga SD kelas 5, baik putra maupun putri. Peserta merupakan bagian dari keluarga besar DWP BPMP NTT, termasuk anak-anak dari anggota Dharma Wanita, pegawai BPMP, dan P3K BPMP. Mereka terbagi dalam dua kategori, yakni kategori A sebanyak 10 peserta dan kategori B sebanyak 11 peserta.
Ketua DWP BPMP NTT, Poppy Novianti, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memeriahkan Hari Kartini sekaligus memperkuat peran organisasi dalam pembinaan keluarga aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melestarikan budaya dengan mengenalkan kain tenun NTT kepada anak-anak sejak dini agar mereka bangga memakai warisan leluhur. Ini juga menjadi cara memaknai Hari Kartini dengan meneladani semangat R.A. Kartini yang mencintai budaya bangsa dan berani berkarya,” ujarnya.
Menurut Poppy, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak melalui pengalaman tampil di depan umum. Pendekatan yang digunakan mengedepankan konsep “senang dulu, cinta kemudian”, di mana anak dilibatkan langsung mulai dari memilih motif tenun, mendesain busana bersama orang tua, hingga tampil di atas panggung.
“Saat anak merasa senang dan diapresiasi saat mengenakan tenun, maka akan tumbuh rasa bangga dalam diri mereka,” katanya.
Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Sukma Efendi, menjelaskan bahwa lomba mengusung tema “Kartini Muda Cinta Tenun”. Konsep fashion show menampilkan busana berbahan dasar tenun NTT minimal 60 persen yang dimodifikasi menjadi desain modern, sopan, dan aman untuk anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tenun tidak hanya bernilai tradisional, tetapi juga bisa tampil modern dan menarik bagi anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tantangan perkembangan zaman, di mana minat anak terhadap budaya tradisional mulai bersaing dengan budaya populer. Melalui pendekatan kreatif, lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong kreativitas dan keberanian anak untuk tampil di depan publik.
Adapun pemenang lomba kategori A yakni juara 1 peserta nomor A07 Symphony Miracle Djami Raga, juara 2 peserta nomor A02 Arzhoan Jawanua, dan juara 3 peserta nomor A05 Jocelin Elyora. Sementara pada kategori B, juara 1 diraih peserta nomor B04 Varisha Khaliqa Aprilia, juara 2 peserta nomor B09 Prita Anindya Tanggu Solo, dan juara 3 peserta nomor B06 Shyerel Caroline Edon.
Kemeriahan acara turut ditambah dengan penampilan tujuh pemain sasando cilik dari Edon Sasando Kids yang memukau para hadirin.
Melalui ajang ini, para peserta tidak hanya menunjukkan kreativitas dalam berbusana, tetapi juga turut memperkenalkan keindahan kain tenun NTT sebagai warisan budaya daerah yang patut dilestarikan. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....