NTT Fokus Modernisasi Pertanian Melalui Pendidikan Vokasi 2026
- 20 Apr 2026 15:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah pusat terus memperkokoh sektor pertanian sebagai fondasi utama ekonomi wilayah NTT. Berdasarkan rilis yang diperoleh RRI Senin, 20 April 2026, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT, Adi Setiawan menyampaikan, komitmen ini diwujudkan melalui alokasi DIPA 2026 yang disalurkan kepada beberapa Satuan Kerja strategis, diantaranya Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Kupang, Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTT, serta Dinas Peternakan Provinsi NTT.
Ia menjelaskan, secara garis besar, anggaran tersebut diprioritaskan untuk transformasi SDM lewat pendidikan vokasi dan pembaruan infrastruktur melalui skema modernisasi/mekanisasi alat pertanian.
Fokus Utama Alokasi Anggaran 2026
Berdasarkan data DIPA 2026, distribusi anggaran diarahkan untuk menjawab tantangan pertanian modern:
Peningkatan Kualitas SDM (Vokasi): Sekolah Pertanian di Kabupaten Kupang mengelola dana sebesar Rp5,33 miliar yang dialokasikan khusus untuk penguatan penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun SDM Pertanian.
Modernisasi Alat Mesin Pertanian (Alsintan): Dialokasikan dana sebesar Rp1,27 miliar melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian untuk perakitan dan modernisasi teknologi pertanian di NTT.
Ketahanan Pangan Strategis: Program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas didukung dengan anggaran pengelolaan sistem penyediaan alat mesin pertanian sebesar Rp314,58 juta.
Stabilitas Input Pertanian: Pemerintah mengalokasikan Rp3,52 miliar untuk fasilitasi pupuk dan pestisida guna memastikan keberlanjutan produksi petani.
Efisiensi Manajemen: Terjadi alokasi sebesar Rp9,55 miliar untuk dukungan manajemen teknis pada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
Optimalisasi Sektor Peternakan: Dukungan terhadap penyediaan benih/bibit serta peningkatan produksi ternak tetap menjadi prioritas dengan alokasi Rp44,81 juta.
Analisis Perbandingan dan Realisasi
Pada tahun anggaran 2026, alokasi mengalami penyesuaian menjadi Rp38,01 miliar, dari semula Rp248,07 miliar pada tahun 2025. Hingga Maret 2026, total realisasi sebesar Rp7,21 miliar atau sebesar 18,98%, dengan rincian sebagai berikut:
Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang: Realisasi mencapai Rp 2,46 miliar (23,79%) yang difokuskan pada Program Dukungan Manajemen.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian NTT: Realisasi mencapai Rp 2,20 miliar (21,37%) terealisasi pada Program Dukungan Manajemen sebesar Rp2,19 miliar dan Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas sebesar Rp4,32 Juta.
Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Kupang: Realisasi mencapai Rp 2,55 miliar (19,39%) yang terbagi pada Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,80 miliar dan Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi sebesar Rp746,18 Juta.
Melalui alokasi yang terukur ini, diharapkan transformasi digital dan modernisasi pertanian dapat berjalan lebih optimal, sejalan dengan visi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal di Nusa Tenggara Timur. (rls/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....