Bulog Waingapu Terapkan Jemput Bola Serap Gabah, Cegah Spekulan Harga

  • 20 Apr 2026 08:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Bulog Cabang Waingapu didorong menerapkan strategi “jemput bola” dalam penyerapan gabah petani saat musim panen raya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik spekulasi harga sekaligus menjamin petani memperoleh harga sesuai ketetapan pemerintah.

Dalam Wawancara Kupang Pagi Ini bersama Kepala Bulog Cabang Waingapu, Inung Tri Afandi, Senin, 20 April 2026 menegaskan bahwa kehadiran langsung Bulog di area persawahan akan memberikan kepastian bagi petani dalam menjual hasil panennya tanpa tekanan permainan harga dari pihak tertentu.

“Bulog perlu melakukan strategi jemput bola ke sawah saat panen raya agar gabah tidak jatuh ke tangan spekulan yang sering mempermainkan harga di tingkat bawah,” ujarnya.

Strategi ini juga, menurut Inung, diyakini mampu memotong rantai distribusi yang panjang serta mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, terutama saat mereka membutuhkan modal cepat untuk musim tanam berikutnya.

Namun demikian, penerapan sistem ini masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya keterbatasan armada angkutan dan kapasitas gudang penyimpanan yang belum merata di seluruh wilayah.

Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan, khususnya dalam penyediaan sarana transportasi logistik guna memperlancar mobilisasi gabah dari sawah menuju gudang penyimpanan.

Selain itu, Inung mengatakan, kesiapan infrastruktur pendukung seperti mesin pengering (dryer) juga menjadi faktor penting agar gabah yang diserap tetap memenuhi standar kualitas nasional. Kolaborasi antara Bulog dan dinas pertanian diperlukan untuk memberikan edukasi kepada petani terkait penanganan pascapanen yang baik.

Lebih jauh, strategi jemput bola ini juga dinilai dapat membantu pemerintah dalam memetakan data produksi secara lebih akurat di setiap wilayah. Data tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan serta menentukan langkah intervensi pasar saat terjadi gejolak harga.

Inung menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kecepatan respons petugas di lapangan dalam menyerap gabah saat panen berlangsung.

“Dengan mendatangi langsung, negara hadir untuk membeli hasil panen petani dengan harga yang pantas sesuai standar,” ujarnya.

Melalui langkah ini, diharapkan penyerapan gabah petani di Nusa Tenggara Timur semakin optimal, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pahlawan pangan daerah. (DB)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....