Modal 10 Ribu, Mety Fanggidae Merintis Usaha Pondok Cucur Gerhana Oesao

  • 18 Apr 2026 10:47 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Mety Fanggidae yang merupakan pemilik dari Pondok Cucur Gerhana Oesao memulai perjalanan bisnis kuliner tradisional ini sejak empat puluh lima tahun yang lalu. Beliau membangun usaha kue cucur yang sangat legendaris ini dengan modal awal sebesar sepuluh ribu rupiah hingga akhirnya berkembang menjadi sangat pesat.

Mety menjelaskan bahwa kesuksesan usaha cucur miliknya tersebut didasari oleh rasa syukur serta prinsip untuk selalu merasa cukup atas segala berkat Tuhan. Selain itu beliau juga menerapkan sistem kepercayaan penuh kepada sepuluh karyawannya dalam mengelola seluruh administrasi keuangan tanpa adanya pengawasan ketat maupun penggunaan CCTV.

Keunikan dari kue cucur buatan Pondok Gerhana Oesao ini terletak pada penggunaan bahan alami berupa gula lontar asli yang didatangkan langsung dari Pulau Rote. Meskipun banyak persaingan usaha serupa di sepanjang jalan Timor Raya namun Mety tetap optimis karena kualitas rasa produknya tetap terjaga dengan konsisten.

Mety Fanggidae sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya dengan cara memberikan fasilitas tempat tinggal yang layak serta bonus tambahan apabila omzet penjualan mengalami peningkatan yang signifikan. Beliau senantiasa memastikan bahwa hak-hak seluruh karyawan terpenuhi dengan baik sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan di dalam Pondok Cucur Gerhana.

Pelaku Perjalanan Yang Singgah Menikmati Kue Cucur Di Pondok Cucur Gerhana Oesao Sambil Menikmati Pemandangan Sawah Yang Eksotik. (Foto. ans Netu/RRI)

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Mety tergolong sangat sederhana namun efektif karena beliau hanya mengandalkan tampilan visual kue cucur yang disusun rapi di dalam lemari kaca, Ia mengatakan jika memang pembeli merupakan berkatnya pasti datang dengan sendiri, jika bukan berkatnya pasti teman lain yang mendapatkan. Lokasi pondok yang sangat strategis di pinggir jalan utama Timor Raya membuat para pengendara yang melintas dari arah Kupang menuju wilayah timur selalu tertarik untuk mampir.

Pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan lebih nyata bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang memiliki potensi besar namun terkendala oleh keterbatasan modal usaha. Ibu Miti berharap agar semakin banyak bantuan dana atau program pendampingan yang menyasar masyarakat kecil agar mereka mampu mengembangkan kreativitas dalam memproduksi kuliner lokal yang khas.

Hasil dari ketekunan menjalankan usaha mikro kecil dan menengah ini telah membuahkan keberhasilan luar biasa sehingga beliau mampu melakukan perjalanan wisata ke luar negeri setiap tahunnya. Beliau pun memberikan pesan inspiratif kepada generasi muda khususnya para perempuan agar memiliki kemandirian finansial dan berani membuka peluang usaha sendiri di masa depan. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....