Kampung Nelayan Merah Putih Kamalaputi Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir
- 17 Apr 2026 12:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba Timur - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Perikanan terus menggenjot implementasi Program Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Kamalaputi. Program strategis ini digagas untuk mengubah wajah kawasan pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Njurumana,S.Pi,M.AP menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan guna menciptakan kawasan pesisir yang mandiri sekaligus mampu bersaing di tingkat lokal maupun regional.
“Transformasi kawasan sudah mulai terlihat. Dari yang sebelumnya terkesan kumuh, kini menjadi lebih tertata, bersih, dan bahkan dipersiapkan sebagai pusat kuliner ikan yang menjanjikan,” ujarnya dalam Wawancara Kupang Pagi Ini Pro 1 RRI Kupang, Kamis, 16 April 2026.
Dalam implementasinya, Yohanis Njurumana mengatakan, pemerintah menghadirkan berbagai infrastruktur pendukung bagi aktivitas nelayan. Mulai dari kios perbekalan, bengkel perbaikan mesin, hingga pembangunan pabrik es dengan kapasitas memadai. Kehadiran pabrik es balok menjadi salah satu fasilitas yang paling dinantikan karena mampu menjaga kualitas ikan lebih lama selama proses melaut.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, penguatan kelembagaan juga menjadi perhatian utama. Program ini berbasis pada koperasi kelurahan yang berperan sebagai pusat pengelolaan ekonomi nelayan.
“Koperasi menjadi jantung dari program ini. Dari, oleh, dan untuk anggota. Di sinilah nelayan bisa berkembang, meningkatkan pendapatan, dan memperbaiki taraf hidup keluarga,” kata Yohanis.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah perubahan pola kerja nelayan dari sistem one day fishing menuju orientasi industri perikanan tangkap yang lebih modern. Pemerintah terus mendorong nelayan untuk berani melaut dalam durasi lebih lama, yakni satu hingga dua minggu, demi hasil tangkapan yang lebih optimal dan bernilai ekonomi tinggi.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, Yohanis menambahkan, pemerintah daerah juga mengusulkan pengadaan mobil pendingin untuk mendistribusikan hasil perikanan ke wilayah pedalaman Sumba Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap ikan segar sekaligus membuka pasar baru bagi nelayan.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang pengembangan program serupa di wilayah lain. Desa dan kelurahan yang memiliki potensi kawasan pesisir diminta segera melakukan verifikasi lahan agar dapat diusulkan ke pemerintah pusat.
“Kalau lahannya clear dan clean, kita siap usulkan. Tujuannya agar pelayanan ke nelayan semakin dekat dan kesejahteraan mereka bisa meningkat secara mandiri,” ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan pesisir yang maju dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. Dengan dukungan semua pihak, transformasi ini diyakini mampu menghapus stigma kemiskinan nelayan serta menciptakan generasi pesisir yang lebih sejahtera dan profesional. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....