Transformasi Digital di Pelabuhan Waingapu, Layanan Kian Transparan dan Modern
- 17 Apr 2026 07:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Transformasi digital mulai terasa nyata di kawasan Pelabuhan Waingapu. Kepala Kantor KSOP Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar, SH., MH, pada Selasa, 14 April 2026 di Pro 1 RRI Kupang menegaskan bahwa digitalisasi layanan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas operasional pelabuhan.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah sistem Autogate yang terintegrasi dengan stiker hologram dan kartu STID (Surat Tanda Identitas Driver). Sistem ini memungkinkan proses keluar-masuk kendaraan logistik, khususnya truk, berlangsung lebih cepat, tertib, dan terpantau secara sistematis.
Menurut Fadly, penerapan teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga upaya menekan potensi kebocoran pendapatan serta memperkuat keterbukaan informasi publik. Sebagai pelabuhan berstatus internasional, Waingapu kini mulai menunjukkan komitmen kuat dalam memenuhi standar layanan berbasis teknologi modern.
Selain itu, program Simon TKBM (Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat) turut menjadi terobosan penting. Sistem ini memungkinkan pemantauan tenaga kerja secara digital, di mana setiap pekerja wajib memiliki ID card resmi yang terdaftar serta menggunakan alat pelindung diri sesuai standar keselamatan kerja internasional.
“Digitalisasi ini juga mendorong kepatuhan, termasuk dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor bagi angkutan logistik,” ujar Fadly. Ia menambahkan, kolaborasi antara otoritas pelabuhan dan pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.
Ke depan, Pelabuhan Waingapu diproyeksikan menjadi hub perdagangan internasional, khususnya untuk komoditas unggulan seperti udang dan hasil bumi lainnya. Sistem digital yang andal diyakini akan membuka peluang pasar global yang lebih luas dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Transformasi ini juga, menurut Fadly, menghadirkan kepastian hukum bagi sopir logistik, dengan kewajiban memiliki lisensi mengemudi yang sah guna menekan risiko kecelakaan di area pelabuhan. Meski sempat menghadapi resistensi, pihak KSOP terus melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi agar seluruh pelaku usaha dapat beradaptasi.
Keunggulan lain dari penerapan STID adalah berkurangnya kemacetan di area operasional. Kendaraan yang tidak terdaftar secara otomatis tidak dapat melakukan aktivitas bongkar muat, sehingga arus logistik menjadi lebih lancar. Selain itu, sistem digital memudahkan proses audit pendapatan tanpa perlu pengecekan manual yang memakan waktu.
Fadly Jafar berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan sistem ini. “Kami optimistis, melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, Pelabuhan Waingapu akan tumbuh menjadi pelabuhan unggulan yang berdaya saing tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan transportasi laut di NTT,” ujarnya, optimis. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....