Empat Pilar Kebangsaan, Fondasi Karakter Bangsa Mulai dari Keluarga
- 14 Apr 2026 09:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya menjadi dasar bernegara, tetapi juga mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang harus dibangun sejak dini mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Anggota Komisi X DPR RI Dapil NTT II, Anita Jacoba Gah, menegaskan pernyataan tersebut dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI yang berlangsung di Gereja GMIT Jemaat Bukit Zaitun Sikumana, Kota Kupang, Sabtu, 11 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Anita Gah menegaskan bahwa, nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Ia juga menyebut, tema yang diangkat dalam sosialisasi kali ini adalah “Iman dan Kebangsaan”, dinilainya sangat relevan dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia mencotohkan banyak peristiwa yang terjadi saat ini, anak-anak jarang menghormati orang tua bahkan berkelahi sampai membunuh orang tuanya. “Empat pilar kebangsaan ini sebetulnya berbicara soal karakter,” ucap Anita Gah dengan tegas dihadapan 150 peserta yang hadir.
“Bagaimana karakter Bangsa Indonesia ini kita wujudkan di dalam kehidupan kita yang paling kecil yaitu dimulai dari keluarga. Dulu Papa, Mama, kalau orang tua saya itu mengajarkan setiap keluar rumah itu harus izin, dan harus tegur semua orang yang kamu termui di jalan,” ujarnya.
“Jadi kadang-kadang kita keluar selalu menyapa semua orang yang kita jumpai dimana saja kita berada. Tapi sekarang banyak sekali kejadian diluar itu, dan dulu anak-anak itu terlalu menghargai orang tua, tetapi sekarang anak-anak bunuh orang tua,” kata Anita Gah.
Ketua Majelis Jemaat GMIT Bukit Zaitun Sikumana, Pdt. Boy Wiliam Bire Doko Nepa, dalam sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, gereja memiliki peran penting dalam menanamkan nilai iman yang sejalan dengan semangat kebangsaan.
Menurutnya, iman yang kuat akan mendorong jemaat untuk hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persatuan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. “Harapan kami melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan ini kami masyarakat juga tahu empat pilar kebangsaan itu seperti apa, dan yang paling penting itu tentunya bagaimana perjuangan Mama untuk kami terutama di bidang pendidikan,” tutur Pdt. Boy Wiliam.
Mewakilan Pemerintah Kota Kupang, Camat Maulafa, Emanuel E. Uly juga menyambut baik kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada Warga Kota Kupang di Jemaat Bukit Zaitun Sikumana. Menurutnya, Pemerintah kecamatan menilai pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan perlu terus diperkuat khususnya di tingkat masyarakat akar rumput yakni keluarga bagaimana pendidikan karakter ditanamkan sedini mungkin di dalam keluarga-keluarga.
“Dari sisi pendidikan kita saat ini mengisi rasa cinta tanah air itu dengan bagaimana bisa membangun semangat cinta kepada Tanah Air itu dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat teristimewa anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa untuk memahami tentang empat pilar kebangsaan itu sendiri. Salah satu contoh adalah budaya menjaga kebersihan di lingkungan kita sesuai visi-misi Bapak Walikota Kupang dan Ibu Wakil Walikota Kupang membangun kesadaran masyarakat terutama generasi muda kita,” ucapnya.
Ketua Panitia pelaksana, Anggrean Balo dalam laporannya menyampaikan bahwa, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Anggota MPR RI Ani Gah bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan yang meliputi, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan serta mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pantauan RRI, masyarakat Kota Kupang di Jemaat Bukit Zaitun Sikumana sangat antusias mengikuti kegiatan ini dari awal hingga selesai pada sore harinya. Bahkan waktu yang ditetapkan kurang lebih dua jam pun dirasakan peserta belum cukup, sehingga ada yang melakukan konsultasi secara langsung, untuk mendapatkan jawaban dari Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah. (at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....