5 Mahasiswa FEB Undana Sulap Putak jadi Bisnis Kreatif Cookies Rasa Nusa
- 12 Apr 2026 10:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Berangkat dari memanfaatkan potensi lokal yang kerap dipandang sebelah mata, sekelompok mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana menghadirkan inovasi kuliner melalui produk “Cookies Rasa Nusa”. Usaha ini mengangkat putak, bahan pangan tradisional dari batang pohon gewang, menjadi olahan cookies modern yang diminati anak muda.
Pemilik usaha ini yang beranggotakan 5 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Rhanny Stevanie Koamesah, Tessa Iemanuella Loainak, Maria Tresia Bano Klau, Ferenita Ekawati Tassi dan Asshabul Kahfi Sinagula dalam wawancara pada Minggu, 12 April 2026 di RRI Pro2 Kupang menceritakan keberhasilan mereka dalam menyulap putak, bahan pangan tradisional dari empulur pohon gewang, menjadi camilan modern. Usaha yang berawal dari tugas mata kuliah ekonomi kreatif ini kini berkembang menjadi bisnis menjanjikan yang membawa cita rasa lokal ke level nasional.
“Putak sendiri merupakan hasil olahan bagian dalam batang pohon gewang yang diubah menjadi tepung dan selama ini lebih dikenal sebagai pakan ternak,” ucap Rhanny Koamesah kepada Pro2. Ide pemanfaatan putak berawal dari dorongan untuk menciptakan usaha berbasis inovasi lokal.
Dalam proses pengembangannya, tim mengalami berbagai tantangan, terutama dalam menciptakan tekstur cookies yang pas. Mereka harus melakukan percobaan berulang hingga menemukan komposisi terbaik, yakni perpaduan tepung putak dan tepung biasa agar menghasilkan tekstur soft cookies yang disukai konsumen.
“Awalnya adonan dari putak itu keras, jadi kami coba berbagai perbandingan sampai akhirnya menemukan komposisi yang pas supaya hasilnya tetap lembut,” ujar Khafi. Penggunaan tepung putak memberikan karakteristik rasa tradisional yang tetap ramah di lidah generasi muda serta masyarakat umum.
Inovasi ini kemudian berkembang dari satu varian klasik menjadi beberapa varian seperti matcha dan red velvet untuk menjangkau selera pasar yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada produk, para mahasiswa ini juga belajar menjalankan bisnis secara kolektif.
Mereka membagi peran mulai dari produksi, keuangan, hingga pemasaran, sambil tetap menjalani aktivitas perkuliahan. Sistem pre-order diterapkan agar produk tetap fresh dan kualitas terjaga.
Prestasi bisnis ini tidak main-main, terbukti dengan lolosnya tim usaha ini dalam ajang KMI Expo 2025 di Universitas Tidar, Magelang. Mereka berhasil mendapatkan pendanaan dari program P2MW Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setelah melalui seleksi internal kampus yang ketat.
Selama partisipasi di level nasional, tim ini aktif mengedukasi masyarakat luar NTT bahwa putak bukan sekadar pakan ternak, melainkan bahan pangan bergizi. Respon positif dari pembeli luar daerah, bahkan hingga ke Medan, membuktikan bahwa produk lokal memiliki daya saing tinggi.
Melalui usaha ini, mereka membuktikan bahwa bahan pangan lokal seperti putak memiliki potensi besar jika diolah secara kreatif. “Kami ingin menunjukkan bahwa bahan tradisional juga bisa jadi produk modern yang bernilai jual tinggi dan dikenal lebih luas,” kata tim Cookies Rasa Nusa, optimistis usahanya dapat terus berkembang ke depan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....