Terapi dan Diet Bantu Kendalikan Perilaku Anak Autis

  • 10 Apr 2026 06:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penanganan anak autis membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, termasuk terapi dan pengaturan pola makan. Hal ini penting terutama saat anak berada di tempat umum, di mana perilaku hiperaktif atau tantrum sering muncul.

Terapis Autis, Lusia Albert saat siaran di RRI, Kamis 9 April 2026 mengatakan dalam kondisi tertentu, anak autis dapat menunjukkan respons yang tidak terduga, seperti menjadi sangat aktif atau sulit dikendalikan. Oleh karena itu, terapi menjadi langkah penting untuk membantu mengelola emosi dan perilaku mereka.

“Selain terapi, diet makanan juga berperan dalam mendukung perkembangan anak autis. Beberapa jenis makanan seperti tepung, gula, makanan manis, dan cokelat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi oleh anak autis,” kata Ucy.

Ia menambahkan konsumsi makanan tersebut diketahui dapat meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh, yang berdampak pada meningkatnya aktivitas anak secara berlebihan. Hal inilah yang sering memicu perilaku hiperaktif.

“Namun, di luar aspek medis dan terapi, penerimaan dari lingkungan juga menjadi faktor penting. Anak autis perlu dipahami sebagai individu istimewa yang memiliki kebutuhan berbeda, bukan untuk dijauhi,” ujar Ucy.

Ia berpendapat dalam lingkungan keluarga, anak autis sebaiknya tidak diperlakukan secara berlebihan atau terlalu dibedakan. Mereka perlu diperlakukan setara dengan anggota keluarga lainnya agar tumbuh rasa percaya diri.

“Masih ditemukan kasus di mana anak autis justru dikucilkan, bahkan tidak dilibatkan dalam kegiatan keluarga. Padahal, interaksi sosial sangat penting untuk perkembangan mereka,” katanya tegas.

Dengan keterbukaan orang tua dalam memperkenalkan kondisi anak kepada lingkungan sekitar, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menerima. Penerimaan ini menjadi langkah awal menciptakan lingkungan inklusif bagi anak autis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....