Ekowisata Tambak Udang di Sumba Timur, Sinergi Perikanan dan Pariwisata
- 08 Apr 2026 16:07 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pengembangan tambak udang modern di Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Sumba Timur kini mulai diarahkan pada integrasi sektor pariwisata bahari melalui konsep ekowisata tambak. Gagasan ini menghadirkan pengalaman edukatif bagi wisatawan yang ingin melihat langsung proses budidaya udang di kawasan pesisir.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT, dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 8 April 2026 menjelaskan bahwa integrasi tersebut bertujuan memaksimalkan potensi ekonomi masyarakat pesisir. Dengan konsep ini, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil panen udang, tetapi juga memperoleh tambahan pendapatan dari sektor pariwisata.
“Wisatawan nantinya bisa menikmati langsung olahan udang segar dari tambak, sekaligus belajar tentang proses budidaya yang kita kembangkan,” ujar Bupati Umbu Pekuwali. Ia menambahkan, kawasan tambak akan dikembangkan menjadi destinasi edukasi terbuka, sehingga pelajar maupun wisatawan dapat melihat secara langsung teknologi budidaya yang digunakan.
“Kita ingin menjadikan kawasan tambak ini sebagai destinasi edukasi di mana masyarakat bisa melihat kecanggihan teknologi budidaya secara terbuka,” katanya. Integrasi tambak udang dan pariwisata bahari ini, menurut Bupati Umbu Pekuwali, juga diprediksi membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal, mulai dari kuliner, cinderamata, hingga jasa pemandu wisata.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan estetika kawasan menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik wisata tersebut. Menurut Bupati, skema ekowisata ini memberikan dampak positif bagi masyarakat tanpa mengganggu aktivitas utama produksi tambak.
“Dengan adanya kunjungan wisata, masyarakat pesisir memiliki pendapatan tambahan dari sektor jasa dan kuliner tanpa mengganggu operasional tambak,” ujar Bupati, optimis. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mendukung melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan akses menuju kawasan tambak, serta pelatihan bagi masyarakat terkait standar pelayanan wisata yang baik.
Umbu Lili menegaskan, pengembangan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan wilayah pesisir NTT sebagai pusat ekonomi berbasis perikanan sekaligus destinasi wisata. “Visi kita adalah menciptakan kemandirian ekonomi melalui sektor perikanan modern yang juga memiliki nilai jual dari sisi pariwisata,” katanya.
Dengan sinergi antara sektor perikanan dan pariwisata, diharapkan NTT mampu menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....