Direktur Politani dan Petani Soroti Agro Ekowisata Mata Air
- 06 Apr 2026 22:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Kegiatan launching agro ekowisata di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin 8 April 2026 , mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan pendiri Kelompok Tani Sulamanda menilai program ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan pertanian terpadu di daerah.
Program agro ekowisata tersebut merupakan hasil kolaborasi antara masyarakat, Sinode GMIT, dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dalam meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jeremias, mengatakan keterlibatan perguruan tinggi merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh seluruh civitas akademika.
“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kami memiliki tugas pengabdian kepada masyarakat. Sejak 2025, kegiatan ini dipusatkan di wilayah binaan Sinode GMIT dengan intervensi di berbagai sektor untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani,” ucap Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jeremias, saat di temui RRI.CO.ID, Senin 8 April 2026.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi telah diterapkan, mulai dari sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik cair dan ekoenzim, hingga pengembangan sektor perikanan dan peternakan. Hasilnya, produktivitas padi meningkat dari sekitar 5 ton menjadi lebih dari 8 ton per hektar.
Selain itu, kawasan tersebut kini ditata menjadi lokasi agroeduwisata yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan wisata bagi masyarakat. Sementara itu, pendiri Kelompok Tani Sulamanda, Beni Kanut, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah dan berbagai pihak terhadap pengembangan pertanian di Desa Mata Air.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan yang ada. Agro ekowisata ini kami harapkan menjadi tempat belajar terbuka bagi semua, baik petani maupun masyarakat umum yang ingin mengenal pertanian, perikanan, peternakan, dan hortikultura,” ucap Beni. Pengembangan agro ekowisata di Desa Mata Air diharapkan menjadi pusat pembelajaran pertanian berkelanjutan di Kabupaten Kupang.
Selain meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, program ini juga membuka akses edukasi serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian modern. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....