Mutiara Pagi: Kembali dengan Hati yang Terkoyak
- 05 Apr 2026 18:35 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dalam suasana perenungan iman di tengah berbagai tantangan kehidupan, umat diajak untuk kembali membangun relasi yang benar dengan Tuhan, bukan sekadar melalui aktivitas keagamaan, tetapi melalui perubahan hati yang sungguh-sungguh. Pesan ini menjadi relevan terutama ketika kehidupan dihadapkan pada situasi sulit, di mana krisis justru menjadi momentum untuk berbalik kepada Tuhan dengan kerendahan hati.
Hal tersebut tercermin dalam bacaan Alkitab Kitab Yoel pasal 2 ayat 12–17, yang menggambarkan kondisi bangsa Israel saat dilanda bencana besar berupa serangan belalang, kekeringan, hingga runtuhnya perekonomian. Dalam situasi itu, nabi Yoel tidak hanya melihat penderitaan secara lahiriah, tetapi juga memahami bahwa Tuhan sedang memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya secara total.
Penyuluh Agama Kristen pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi NTT, Yerniaman Laia, dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Kupang, Minggu, 29 Maret 2026 mengatakan, panggilan “kembalilah kepada-Ku dengan segenap hatimu” menegaskan bahwa Tuhan tidak menginginkan sekadar rutinitas ibadah. Menurutnya, pertobatan sejati dimulai dari kesadaran bahwa manusia sungguh membutuhkan Tuhan dalam hidupnya.
Lebih lanjut dijelaskan, Tuhan menghendaki hati yang “terkoyak”, bukan sekadar simbol lahiriah seperti pakaian yang dikoyakkan. Hati yang terkoyak mencerminkan penyesalan yang mendalam, kerendahan hati, serta kesiapan untuk berubah. Wujud nyata dari pertobatan ini terlihat dalam sikap mengampuni, meninggalkan dosa, memperbaiki relasi, serta membangun kedekatan dengan Tuhan.
Ia juga menekankan bahwa Tuhan adalah pribadi yang penuh kasih dan selalu siap memulihkan. Pertobatan bukanlah jalan menuju hukuman, melainkan jalan menuju pemulihan. Karena itu, tidak ada kata terlambat bagi setiap orang untuk kembali, selama Tuhan masih memanggil dan membuka kesempatan baru bagi umat-Nya.
Selain bersifat pribadi, pertobatan juga memiliki dimensi komunal. Seluruh umat, termasuk keluarga dan gereja, dipanggil untuk kembali kepada Tuhan bersama-sama. Keluarga yang membangun kehidupan doa dan gereja yang bertobat secara bersama diyakini akan mengalami pembaruan. Melalui kasih Tuhan yang tanpa syarat, umat diajak meninggalkan kekeringan rohani dan kembali hidup dalam kasih yang memulihkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....