Tradisi Lampu Pelita Hiasi Jalan jelang Paskah

  • 05 Apr 2026 09:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Jelang perayaan Paskah 2026, jalan-jalan lingkungan dan jalan umum di beberapa lokasi di Kabupaten Kupang dipasangi lampu pelita yang menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh makna. Tradisi unik ini menjadi ciri khas masyarakat setempat dalam menyambut Paskah dengan nuansa kebersamaan, kreativitas, serta penguatan nilai-nilai iman Kristiani yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Pantauan RRI.CO.ID di sejumlah titik terlihat lampu pelita menghiasi ruas Jalan Matani Raya menuju Perumahan Pondok Indah Matani, hingga Jalan Herman Yohanes yang tampak lebih hidup pada malam hari. Cahaya lampu pelita yang berjejer rapi di sepanjang jalan menciptakan panorama indah sekaligus menghadirkan suasana reflektif menjelang perayaan Paskah bagi masyarakat sekitar.

Lampu Pelita Jelang Paskah Di Kompleks Perumahan Pondok Indah Matani Kab. Kupang NTT. (Foto. Ans Netu/RRI)

Lampu pelita tersebut merupakan hasil karya para pemuda dan majelis jemaat yang secara sukarela bergotong royong menyiapkan berbagai ornamen bernuansa religius. Keterlibatan aktif generasi muda dalam tradisi ini menunjukkan adanya kesinambungan nilai budaya dan keagamaan yang terus dipelihara oleh masyarakat setempat.

Selain lampu pelita, tampak pula ornamen tiga salib yang dipasang di beberapa titik strategis sebagai simbol kesengsaraan Yesus di Kalvari. Salib-salib ini menjadi tanggung jawab rayon-rayon yang berada di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor yang secara rutin berpartisipasi dalam persiapan perayaan Paskah setiap tahunnya.

Tradisi ini tidak hanya berhenti pada dekorasi visual semata, namun juga diiringi dengan pelaksanaan drama kesengsaraan Yesus yang digelar dalam ibadah Jumat Agung. Pementasan tersebut menjadi sarana refleksi iman bagi jemaat untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus sekitar dua ribu tahun lalu dalam menebus dosa manusia.

Ibadah Jumat Agung hingga perayaan Paskah terlihat berlangsung di hampir seluruh gereja GMIT dengan partisipasi jemaat yang cukup tinggi. Suasana khusyuk dan penuh penghayatan tampak mewarnai setiap rangkaian ibadah yang dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan hari besar keagamaan tersebut.

Anton Hauteas, seorang majelis gereja yang ditemui RRI, menjelaskan bahwa penggunaan lampu pelita menjelang Paskah memiliki makna simbolis yang sangat mendalam bagi umat Kristiani. Ia menyebutkan bahwa cahaya dari lampu pelita melambangkan terang Kristus yang mengalahkan kegelapan serta menjadi pengingat akan harapan dan keselamatan.

Lebih lanjut, tradisi penggunaan lampion dan lampu hias ini juga mendorong kreativitas jemaat dalam memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti botol plastik dan kardus menjadi dekorasi bernilai estetika tinggi. Dengan warna liturgi putih dan kuning emas yang dominan, tradisi ini tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memperkuat makna spiritual dalam menyambut kebangkitan Yesus Kristus. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....