Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 Usung Prosesi Damai dan Pawai Akbar

  • 03 Apr 2026 13:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO. ID, Rote - Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026 menghadirkan rangkaian kegiatan besar. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan perayaan iman umat.

Ketua Panitia, Simson Polin, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan. Ia menyebut terdapat tiga agenda utama dan satu expo UMKM.

“Momentum ini menjadi berkat karena dipercayakan sebagai ketua,” ucap Ketua Panitia Simson Polin saat diwawancarai RRI, Kamis 2 April 2026,

Agenda pertama berupa prosesi damai melalui obor perdamaian. Kegiatan ini telah dimulai sejak 28 Maret 2026.

Obor dilepas dari Kabupaten Belu dan melintasi beberapa wilayah. Perjalanan berlanjut menuju TTU, Soe hingga Kabupaten Kupang.

“Obor perdamaian menjadi simbol persatuan dan damai,” ujar Simson Polin.

Agenda berikutnya adalah Paskah Galilea yang digelar 5 April. Prosesi dilakukan menggunakan perahu nelayan dari Pantai Lasiana hingga LLBK.

Kegiatan melibatkan Polairud dan Basarnas untuk pengamanan. Rangkaian acara diisi drama penampakan Yesus kepada murid.

“Setelah itu akan ada makan Paskah bersama, yang akan menggunakan bahan makanan lokal, seperti ketupat, telur, ikan dan anggur yang disiapkan berupa gulai air dari Sabu maupun dari Rote,” kata Simson Polin.

Masyarakat juga akan menikmati penampilan dari kegiatan lomba dan expo UMKM. Transaksi diupayakan menggunakan sistem non tunai QRIS.

Dukungan dari Bank Indonesia turut memperkuat kegiatan. Hal ini mendorong digitalisasi ekonomi masyarakat.

“UMKM diharapkan memanfaatkan pembayaran non tunai,” ucap Simson Polin.

Puncak kegiatan digelar pada 6 April melalui pawai Paskah. Acara ini akan dihadiri Wakil Presiden RI.

Pawai diikuti sekitar 40 peserta dengan berbagai penampilan. Rute dimulai dari Bundaran Tirosa hingga Gereja Kota Kupang.

“Kegiatan ini diperkirakan dihadiri puluhan ribu masyarakat.” ujar Simson Polin.

Setelah puncak acara, obor perdamaian dibawa ke Rote. Perjalanan akan dilakukan menggunakan kapal menuju Pantai Baru.

Obor akan diterima oleh Bupati Rote Ndao dan dilepas ke wilayah Fiulaian, setelah itu dilanjutkan ke Titik Nol Selatan NKRI, Desa Dodaek. Kegiatan ini menjadi simbol berlanjutnya pesan damai dari gerbang selatan Indonesia. (LA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....