Panen Jagung 50 Ribu Ton Perkuat Ketahanan Pangan
- 31 Mar 2026 08:40 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Potensi panen jagung hingga 50 ribu ton di Kabupaten Kupang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan panen raya jagung di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, yang dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma bersama Bupati Kupang Yosef Lede serta unsur Forkopimda, Senin, 30 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Johni Asadoma mengungkapkan bahwa Kabupaten Kupang diperkirakan akan memanen sekitar 10.000 hektar jagung pada April mendatang. Dengan rata-rata produksi mencapai 5 ton per hektar, total hasil panen diproyeksikan menyentuh angka 50.000 ton.
Menurutnya, jumlah tersebut merupakan kontribusi signifikan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, termasuk ancaman krisis pangan dan energi, daerah harus mampu memastikan ketersediaan bahan pangan secara mandiri.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Setelah masa panen, petani diharapkan dapat kembali menanam berbagai komoditas lain seperti sayuran dan kacang-kacangan guna menjaga produktivitas lahan.
Sementara itu, Yosef Lede menyampaikan bahwa keberhasilan panen jagung dalam jumlah besar ini tidak terlepas dari kerja keras petani serta dukungan pemerintah di berbagai sektor. Ia menambahkan, hasil panen yang melimpah harus dikelola dengan baik, termasuk melalui penyerapan oleh Bulog agar harga tetap stabil dan petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Masyarakat jangan buru-buru jual hasil panen. Jemur jagung hingga kadar air mencapai 14 persen agar bisa mendapatkan harga Rp.6.400 per kilogram,” katanya. Pemerintah berharap capaian panen jagung ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....