Jalan Negara Camplong Terancam Putus Ganggu Mobilitas Warga
- 28 Mar 2026 07:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Jalur Jalan Negara di Bok S Camplong nyaris putus akibat longsor yang terjadi di sisi kanan jalan arah Kupang menuju Soe. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati serta bergantian menggunakan jalur kiri yang masih relatif aman untuk dilalui kendaraan.
Icha Leki seorang warga Camplong mengeluhkan kondisi jalan negara tersebut karena dinilai belum selesai diperbaiki di asam tiga naibonat namun sudah muncul kerusakan baru di titik lainnya. Ia membandingkan kondisi ini dengan ruas jalan di sekitar Brigif 21 Asam Tiga Naibonat yang sebelumnya juga mengalami longsor dan patahan serius.
Menurut Icha, kerusakan yang terus berulang menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah terutama dalam hal kualitas pembangunan infrastruktur jalan nasional di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa tanpa perencanaan yang matang dan konstruksi yang kuat, kerusakan serupa akan terus terjadi setiap musim hujan tiba.
Kondisi longsor di Bok S Camplong kini semakin mengkhawatirkan karena berada pada jalur utama yang menghubungkan berbagai wilayah penting di Kabupaten Kupang. Pengguna jalan terpaksa harus mengantre dan memperlambat laju kendaraan demi menghindari potensi kecelakaan akibat badan jalan yang mulai tergerus.
Icha juga menyayangkan belum adanya langkah cepat dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur untuk menangani kerusakan di lokasi tersebut. Ia berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses alternatif yang tersedia saat ini.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Erna, warga Camplong lainnya, yang mengungkapkan kekhawatirannya melalui media sosial terkait kemungkinan putusnya jalur tersebut. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat jika akses utama tersebut benar-benar terputus akibat longsor.
Wilayah Bok S Camplong sendiri dikenal rawan longsor terutama saat curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama sehingga menggerus struktur tanah di sekitar badan jalan. Icha berharap pemerintah dapat membangun ulang jalan tersebut dengan konstruksi yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan kondisi geografis setempat.
Hingga saat ini belum ada penanganan langsung di lokasi karena pihak BPJN NTT masih memprioritaskan perbaikan jalan nasional di kawasan Asam Tiga Naibonat yang juga mengalami kerusakan. Meski demikian, tanda bahaya seperti garis polisi telah dipasang di sekitar area longsor sebagai peringatan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. (AN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....