Wagub NTT Tinjau Jembatan Ambruk Pastikan Penanganan Darurat
- 27 Mar 2026 18:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wagub NTT, Johni Asadoma tinjau jembatan ambruk di jalur Trans Timor dan memastikan penanganan darurat segera dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu lebih lama. Kunjungan tersebut dilakukan langsung oleh Johni Asadoma di lokasi Jembatan Asam Tiga Kilometer 36 Oelamasi Kabupaten Kupang pada Kamis siang 26 Maret 2026.
Peninjauan ini dilakukan menyusul terputusnya jalur utama Trans Timor yang selama ini menjadi akses vital penghubung antarwilayah di Pulau Timor dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dampak dari ambruknya jembatan tersebut menyebabkan arus transportasi terganggu signifikan dan memicu kemacetan serta hambatan distribusi barang dan jasa antar daerah.
Dalam kunjungan tersebut Wakil Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT yang turut memberikan penjelasan teknis di lapangan. Kehadiran para pejabat teknis ini bertujuan memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat terukur serta sesuai dengan kondisi struktur jembatan yang mengalami kerusakan berat.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa kondisi jembatan sudah tidak memungkinkan dilalui kendaraan karena kerusakan struktur yang sangat parah dan berisiko membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia juga menekankan bahwa jalur Trans Timor merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah strategis termasuk Kupang Soe Kefa Atambua Malaka hingga perbatasan Timor Leste.
| Baca juga: Menteri KKP Perkuat Kampung Nelayan NTT |
Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi terkait langsung bergerak cepat menyiapkan langkah penanganan darurat termasuk pembukaan jalur alternatif serta pembangunan jembatan sementara di sekitar lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah pusat.
Kepala BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) NTT, Janto menjelaskan bahwa ambruknya jembatan diduga kuat akibat pergeseran struktur pondasi yang tidak mampu menahan beban serta kondisi tanah yang berubah. Saat ini alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal termasuk pembukaan jalur alternatif menggunakan metode cross way di sisi jembatan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan darurat juga dilakukan di sisi hilir dengan mempertimbangkan kondisi tanah yang masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan dalam waktu dekat. Target penyelesaian jalur alternatif darurat tersebut diperkirakan dapat dicapai dalam waktu tiga hingga lima hari sehingga akses transportasi dapat kembali normal secara bertahap.
Selain kerusakan jembatan ditemukan pula pipa air yang patah di lokasi kejadian yang berpotensi mengganggu distribusi air bersih ke masyarakat sekitar dan sedang dalam penanganan lanjutan oleh pihak terkait. Berdasarkan keterangan warga serta anggota TNI kerusakan awal sudah terlihat sejak Rabu sore dengan adanya retakan hingga akhirnya kondisi semakin memburuk pada Kamis dini hari. (AN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....