Pengurus KDMP Sanggaoen Soroti Konsep Modern PT Agrinas

  • 27 Mar 2026 11:16 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Koperasi Desa Merah Putih Modern

RRI.CO.ID, Rote – Kunjungan PT Agrinas Pangan Nusantara Wilayah Bali Nusra beberapa waktu lalu memantik diskusi serius. Pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sanggaoen menyoroti konsep pengelolaan modern yang ditawarkan.

Kunjungan berlangsung di Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Pertemuan tersebut membahas arah pengembangan koperasi desa ke depan.

PT Agrinas diketahui menjalankan penugasan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025. Penugasan itu bertujuan mempercepat pembangunan koperasi desa secara nasional.

Program tersebut mencakup pembangunan gerai, gudang, serta sarana penunjang lainnya. Targetnya lebih dari 80 ribu koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PT Agrinas menggandeng TNI dan menerapkan skema padat karya lokal. Langkah ini dinilai mampu mempercepat pembangunan sekaligus menyerap tenaga kerja masyarakat.

Ketua Koperasi Desa Merah Putih Sanggaoen, Sarsemi Bessie kepada RRI Kamis, 26 Maret 2026 menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai perhatian pemerintah dan mitra menjadi peluang penguatan koperasi desa.

“Pada prinsipnya kami terbuka dengan berbagai konsep baru,” ujar Sarsemi Bessie kepada RRI. “Namun pengelolaan koperasi harus tetap merujuk pada undang-undang yang berlaku,” lanjutnya.

Ia menjelaskan konsep yang ditawarkan mengarah pada keterlibatan seluruh masyarakat desa. Sistem tersebut disebut tidak lagi mengandalkan simpanan pokok maupun simpanan wajib.

Pengurus koperasi menilai konsep tersebut perlu dikaji secara mendalam. Hal ini karena berpotensi berbeda dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Menurut Sarsemi, perubahan sistem harus melalui mekanisme hukum yang sah. Proses itu dapat ditempuh melalui revisi undang-undang atau jalur konstitusional.

Pengurus koperasi berharap kebijakan tetap berada dalam koridor hukum nasional. Mereka juga meminta pelibatan aktif pengurus sebagai pelaku utama ekonomi desa. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....