Gubernur NTT Lantik Ratusan Kepala Sekolah, Tekankan Transformasi Pendidikan
- 26 Mar 2026 13:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Emanuel Melkiades Laka Lena secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan kepala SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 25 Maret 2026 di Aula El Tari Kantor Gubernur. Pelantikan ini merupakan tahap pertama dari rangkaian pengangkatan kepala sekolah tahun 2026 yang tertuang dalam Keputusan Gubernur NTT Nomor 816.2.1-140-BKD.3.2.
Sebanyak 104 guru Pegawai Negeri Sipil resmi ditugaskan menjadi kepala sekolah berdasarkan hasil seleksi ketat administrasi dan substansi. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
“Saya meyakini bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan sekolah. Infrastruktur dapat dibangun, kurikulum dapat diperbaharui, dan program juga dapat dirancang dengan baik, tetapi tanpa kepemimpinan yang kuat, semua yang sudah kita sebutkan tadi itu tidak dapat mungkin menghasilkan perubahan nyata di sektor pendidikan,” katanya.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah saat ini harus berperan sebagai pemimpin pembelajaran, bukan hanya pengelola administrasi. Mereka dituntut mampu mendorong inovasi, meningkatkan mutu pembelajaran, serta membangun budaya kerja profesional di lingkungan sekolah.
Gubernur juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan di NTT, seperti, Rendahnya literasi dan numerasi, kesenjangan mutu antar wilayah, keterbatasan akses Pendidikan, serta rendahnya hasil tes kemampuan akademik (TKA). Menurutnya, kondisi ini harus dijadikan dasar evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh.
Sebagai bentuk komitmen, seluruh kepala sekolah diwajibkan menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja. Evaluasi akan dilakukan secara berkala, bahkan setiap 3 hingga 6 bulan.
“Jika dua tahun Kepala Sekolah tidak menunjukkan kinerja baik, bahkan bisa dibawa dua tahun nantinya, bisa langsung dievaluasi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong program One School One Product (OSOP), yang menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi berbasis potensi lokal. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik kewirausahaan.
Khusus untuk SMK, pendekatan teaching factory dan kemitraan dengan dunia industri akan diperkuat agar lulusan lebih siap kerja.Gubernur berharap para kepala sekolah mampu meningkatkan prestasi siswa, menekan angka putus sekolah, membangun kepercayaan masyarakat, serta menyiapkan siswa masuk perguruan tinggi, sekolah kedinasan, hingga TNI/Polri
Ia juga meminta kepala sekolah mulai mengidentifikasi potensi siswa sejak kelas awal untuk diarahkan sesuai bakat dan kemampuan.Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun pendidikan yang lebih baik di NTT.
“Pendidikan harus menjadi jalan utama kemajuan daerah. Mari kita bangun NTT melalui sekolah,” katanya. Acara pelantikan ditutup dengan seruan bersama: “Ayo Bangun NTT!”, sebagai simbol komitmen kolektif dalam memajukan pendidikan di wilayah tersebut. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....