Panen Perdana Jagung di Desa Silu Hasilkan 40 Ton

  • 24 Mar 2026 18:19 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemerintah Desa Silu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, berhasil melaksanakan panen perdana jagung dari lahan seluas 5 hektar yang dikelola dengan memanfaatkan dana desa. Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 40 ton jagung dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektar.

Panen perdana ini dilakukan langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, pada Rabu, 11 Maret 2026. Lahan jagung tersebut dikelola oleh karang taruna Desa Silu yang bekerja sama dengan pemerintah desa dalam program ketahanan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Silu dan para pemuda yang telah memanfaatkan dana desa secara produktif untuk kegiatan pertanian. Ia menilai keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa yang tepat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pak Kades ini sudah sepantasnya menjadi role model karena baru pertama kali ini ada desa di Kabupaten Kupang yang melakukan ini, melaksanakan perintah undang-undang melaksanakan arahan dari Pak Presiden, dan hasilnya seperti ini sangat bagus dan akan betul-betul dinikmati, dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yosef Lede, program tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menyebut pemerintah mendorong desa-desa untuk memanfaatkan dana desa, termasuk mengalokasikan sebagian anggaran untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Meski demikian, ia mengingatkan agar Pemerintah Desa Silu dan karang taruna tidak cepat berpuas diri. Potensi lahan pertanian dan sumber air di desa tersebut dinilai masih cukup besar sehingga dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi di masa mendatang.

“Kita lihat situasi dunia belakangan ini terkait konflik di Timur Tengah dan sesuai arahan Presiden, bahwa ketahanan pangan adalah sesuatu yang sangat penting kita realisasikan. Karena itu masyarakat harus maksimalkan semua potensi lahan yang ada untuk ditanami,” kata Yosef menambahkan.

Sementara itu, Kepala Desa Silu, Mikael Takel, mengatakan keberhasilan panen tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa dan karang taruna. Program ini dimulai setelah adanya arahan dari pemerintah daerah agar dana desa dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung ketahanan pangan.

Menurutnya, pemerintah desa bersama karang taruna memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat dengan sistem sewa menggunakan dana desa untuk ditanami jagung. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....