Gubernur NTT: Pentas Seni Tumbuhkan Karakter Anak

  • 23 Mar 2026 17:12 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Keuskupan Agung Kupang menggelar Pentas Seni di Aula Gereja Paroki Sta. Maria Assumpta Kota Kupang Rabu, 19 Maret 2026. Pagelaran Pentas Seni tersebut mengusung tema "Jejak Sang Petualang Di Bumi Flobamorata".

Tema ini menghadirkan pementasan berbagai tarian dan drama musikal dari setiap daerah se-Nusa Tenggara Timur sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat NTT yang sarat akan kultur dan budaya lokal.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya mengungkapkan, Pentas Seni SEKAMI tersebut sebagai manifestasi nyata dari pembinaan iman yang berpadu dengan pembangunan karakter. Ia mengungkapkan, di tengah gempuran arus digitalisasi yang kencang, pagelaran pentas seni sangat berperan dalam menumbuhkan karakter setiap anak. Sebab sejatinya pembangunan itu bukan soal infrastruktur, tetapi juga terkait dengan urusan pembangunan mental dan karakter putra-putri daerah.

"Di balik sebuah pentas seni yang ditampilkan oleh anak-anak, sesungguhnya sedang berlangsung proses yang jauh lebih dalam dari sekadar pertunjukan di atas panggung. Di sanalah mental dan karakter mereka dibentuk, perlahan namun pasti. Setiap gerakan yang dilatih, setiap dialog yang dihafal, hingga setiap kesalahan yang diperbaiki, menjadi bagian dari perjalanan belajar yang bermakna," kata Gubernur NTT.

Gubernur menerangkan, dengan pentas seni maka anak-anak belajar untuk bekerja sama, menyatukan perbedaan menjadi harmoni. "Mereka belajar peka terhadap teman sejawat, memahami kapan harus memimpin, kapan harus mengikuti, dan kapan harus saling menguatkan. Dalam proses itu, tumbuh rasa solidaritas yang tidak bisa diajarkan hanya melalui kata-kata, tetapi harus dirasakan bersama," ucap Gubernur.

Menurutnya, lebih dari itu pentas seni menjadi ruang bagi mereka untuk mengenal dan mencintai budaya. Hal ini menjadi dasar bahwa anak-anak SEKAMI tidak hanya menampilkan pentas seni tetapi juga meresapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, orang nomor satu NTT ini menyebutkan, keberagaman kalangan umat Katolik dari berbagai paroki, anak-anak dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda-beda, panggung pentas seni tersebut telah mempersatukan semuanya. Ia menjelaskan tidak ada lagi perbedaan antara ada pejabat maupun anak petani, namun semua akan bersatu di acara tersebut untuk memberi rasa kekeluargaan.

Sementara itu Yang Mulia Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni mengungkapkan melalui kegiatan seni pentas seni tersebut, anak-anak Sekami tidak hanya menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menyatakan kasih Tuhan dengan cara yang khas, penuh keceriaan dan menyentuh hati. "Inilah sebetulnya wajah Gereja yang hidup, Gereja yang dinamis, dan Gereja yang penuh semangat misioner," kata Mgr. Hironimus.

Dengan pentas seni budaya ini, Mgr.Hironimus berharap nilai-nilai budaya menjadi modal berharga yang semakin dihargai dan dilestarikan, sehingga menjadi sarana pewartaan yang berkelanjutan. "Jadilah anak-anak misioner yang berani, yang kreatif, dan setia dalam iman, yang membawa terang Kristus ke manapun kalian melangkah," ujar Uskup Agung Kupang.

Sejalan dengan hal tersebut, Dirdios Karya Kepausan Indonesia (KKI) Keuskupan Agung Kupang Romo Giovani Aditya L. Arum, Pr menjelaskan Pentas Seni tersebut sebagai ruang pelibatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan diri dan kreativitas mereka. "Di era gempuran teknologi yang masif, di mana anak-anak dirampas ruang eksrpresi dan kebersamaannya, kita semua memberikan ruang khusus bagi anak-anak dan remaja untuk berekspresi dan membangun kebersamaan dalam karya seni," ujar Romo Aditya.

Menurutnya, modernisasi membawa banyak anak dan remaja menjauh dari akar budaya. Oleh sebab itu, melalui momen tersebut diharapkan anak-anak harus bertumbuh di atas akar budaya mereka. Ia menjabarkan Gereja dan negara mempunyai tugas mulia untuk mendukung dan menciptakan ruang aman bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang dalam meraih mimpi mereka.

Mengingat, kegiatan ini sejatinya sejalan dengan hasil SAGKI (Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia) 2025 dan MUSPAS (Musyawarah Pastoral) Keuskupan Agung Kupang, terkait pendidikan, terutama pendidikan karakter anak dan remaja. Tak hanya itu, Program Pemerintah Provinsi NTT juga telah memperkuat upaya perlindungan, peningkatan kualitas hidup, serta pemberdayaan anak dan remaja di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....