Kupang Bertakbir Jilid 3 Tegaskan Harmoni
- 23 Mar 2026 09:09 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pawai takbiran bertajuk Kupang Bertakbir Jilid 3 resmi digelar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka menyambut Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kerukunan antarumat beragama di wilayah dengan tingkat keberagaman tinggi tersebut.
Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang, Bustaman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Ia menegaskan, panitia telah menetapkan aturan ketat demi menjaga ketertiban, termasuk larangan membawa bendera selain Bendera Merah Putih selama pawai berlangsung. Untuk menjaga keamanan, panitia juga menempatkan unsur organisasi kemasyarakatan dan remaja masjid di setiap kendaraan peserta.
Sementara itu, perwakilan ulama Kota Kupang, Haji Muhammad MS, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pawai tahun ini sempat direncanakan untuk ditiadakan karena faktor cuaca dan keterbatasan waktu persiapan. Namun, kegiatan akhirnya tetap digelar setelah mendapat dorongan dari pemerintah daerah dan kesiapan panitia untuk bekerja secara cepat dan terkoordinasi.
Pawai takbiran ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menandai dimulainya kegiatan dengan penabuhan bedug. Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada umat Islam di seluruh NTT serta menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Ia juga menyoroti momentum unik tahun ini, di mana perayaan Idulfitri berlangsung berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga menjadi pengingat bahwa kehidupan beragama di NTT harus terus dijaga dalam semangat saling menghormati.
Gubernur menilai Kupang Bertakbir bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi pesta kebersamaan masyarakat NTT. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas NTT sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan gotong royong.
Ratusan peserta pawai kemudian bergerak menyusuri ruas jalan utama di Kota Kupang, diiringi lantunan takbir yang menggema sepanjang malam, disaksikan ribuan warga yang memadati sepanjang rute pawai. (As)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....