Ustaz Ahmad Majdi: Teknologi Jangan Hilangkan Makna Halal Bihalal Idul Fitri

  • 20 Mar 2026 20:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Tradisi Halal Bihalal pada perayaan Idulfitri 1447 Hijriah diharapkan tetap menjaga nilai silaturahmi secara langsung, meskipun masyarakat kini hidup di tengah perkembangan teknologi komunikasi. Ustaz Ahmad Majdi mengatakan, kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang berlebihan dapat menggeser makna perjumpaan dan kebersamaan dalam tradisi Halal Bihalal.

Menurutnya, banyak orang kini merasa cukup menyampaikan ucapan maaf atau silaturahmi melalui pesan singkat di aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, tanpa perlu datang langsung untuk bertemu.

“Sekarang orang tidak perlu lagi datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Cukup kirim pesan lewat WhatsApp. Padahal makna Halal Bihalal bukan hanya pada kata-kata, tetapi juga pada perjumpaan, berjabat tangan, dan saling memaafkan secara langsung,” ujarnya melalui sambungan zoom di siaran hari terakhir Ramadhan Pro1 RRI Kupang, Jumat 20 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang komunikasi, dirinya melihat bahwa teknologi seharusnya menjadi sarana yang membantu mempererat hubungan sosial, bukan justru mengurangi kedekatan antarindividu. Menurutnya, komunikasi melalui tulisan di media digital sering kali tidak mampu menggantikan makna emosional yang muncul dari pertemuan langsung.

“Dalam komunikasi digital, makna sering hanya disampaikan melalui tulisan. Padahal bagi banyak orang, pertemuan langsung, berjabat tangan, dan bertatap muka memiliki makna yang jauh lebih dalam,” katanya.

Ustaz Ahmad Majdi menambahkan, tradisi Halal Bihalal yang telah lama menjadi budaya masyarakat Indonesia sebaiknya tetap dipertahankan sebagai ruang mempererat persaudaraan setelah bulan Ramadan. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, tanpa meninggalkan nilai-nilai silaturahmi yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri.

“Teknologi boleh dimanfaatkan, tetapi jangan sampai menghilangkan makna kebersamaan dan silaturahmi yang selama ini menjadi kekuatan dalam tradisi Halal Bihalal,” ujarnya. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....