Standarisasi Pangan Lokal Dorong Daya Saing UMKM NTT
- 17 Mar 2026 10:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Upaya meningkatkan daya saing produk pangan lokal terus dilakukan pemerintah daerah agar produk UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu langkah penting yang didorong adalah penerapan standarisasi produksi pangan lokal, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya aman dikonsumsi tetapi juga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Standarisasi produksi dinilai menjadi faktor penting bagi pelaku UMKM, terutama di daerah yang memiliki potensi produk lokal yang beragam seperti Nusa Tenggara Timur. Dengan standar yang jelas, produk pangan lokal dapat memiliki jaminan mutu, keamanan, serta legalitas yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar modern maupun jaringan distribusi yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan oleh Mathias M. Beeh, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur di Pro 1 Radio Republik Indonesia Kupang Selasa, 10 Maret 2026. Menurutnya, standarisasi produksi pangan lokal menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung program pemerintah daerah untuk memperkuat pengembangan produk UMKM.
Mathias menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini mendorong pengembangan produk lokal melalui konsep One Village, One Product (OVOP), yang nantinya bermuara pada pemasaran produk di jaringan NTT Mart. Melalui program tersebut, setiap desa didorong untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki kualitas terstandar sehingga dapat dipasarkan secara lebih luas.
Ia menambahkan, standarisasi tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga menyangkut keamanan konsumen, perluasan akses pasar, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan memenuhi standar tersebut, produk UMKM diharapkan dapat masuk ke pasar modern serta mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT juga menggelar berbagai kegiatan pelatihan dan workshop bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilakukan mulai dari tingkat desa dan kelurahan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses produksi pangan yang baik, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.
Salah satu kegiatannya adalah workshop yang digelar di wilayah Lelogama Kabupaten Kupang pada minggu ke dua Maret 2026, sekitar 50 pelaku UMKM mengikuti pelatihan terkait standarisasi kualitas produk ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan materi mengenai perizinan usaha, pengemasan, serta peningkatan kualitas produk, khususnya untuk komoditas kopi dan sambal yang menjadi fokus pengembangan.
Mathias berharap melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM dapat semakin memahami pentingnya standarisasi dalam pengembangan usaha. Dengan memperhatikan aspek legalitas, kualitas bahan baku, kemasan, serta manajemen usaha, produk pangan lokal dari NTT diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....