Takbiran Inklusif di Titik Nol Kilometer Kupang
- 17 Mar 2026 08:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Perayaan malam takbiran menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Kupang menghadirkan pemandangan yang berbeda dan penuh makna. Ribuan warga akan memadati kawasan Titik Nol Kilometer Kupang untuk menyaksikan pawai kendaraan hias yang menjadi bagian dari kemeriahan gema takbir di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut diungkapkan Panitia Malam Takbiran Kota Kupang Musawir Muhammad, saat diwawancarai via telpon, Selasa 17 Maret 2026.
Musawir yang lebih akrab disapa Ir mengatakan, menariknya, keramaian tidak hanya didominasi oleh umat Muslim. Warga dari berbagai latar belakang agama diprediksi turut memadati pinggir jalan protokol untuk menyaksikan pawai dengan penuh antusias. “Kehadiran masyarakat lintas iman tentunya akan menciptakan suasana hangat yang menggambarkan kuatnya nilai toleransi di Kota Kupang yang dikenal sebagai Kota Kasih,” ujarnya.
Fenomena takbiran inklusif ini menjadikan malam kemenangan tidak hanya sebagai perayaan umat Muslim, tetapi juga menjadi semacam pesta rakyat yang dinikmati bersama seluruh warga kota. Banyak masyarakat datang bersama keluarga untuk menyaksikan iring-iringan kendaraan hias yang dihiasi lampu dan ornamen Islami yang melintas di jalur utama kota.
Ir menyampaikan bahwa suasana kebersamaan yang terlihat di sepanjang rute pawai menunjukkan tingginya tingkat kerukunan masyarakat di daerah tersebut. Ia menilai perayaan Idul Fitri di Kupang telah menjadi kebahagiaan bersama yang melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan.
“Biasanya banyak pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dengan latar kendaraan hias sambil menikmati berbagai kuliner yang dijajakan pelaku UMKM di sekitar kawasan pusat kota,” ucapnya antusias.
Partisipasi pemuda lintas agama yang membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi juga menjadi perhatian tersendiri. Kehadiran mereka menurut Ir, turut memperlancar jalannya pawai sekaligus menjadi simbol nyata semangat kebersamaan dan solidaritas antarumat beragama di Kota Kupang.
Ia menilai momentum seperti ini penting untuk terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Perayaan yang terbuka dan inklusif diharapkan mampu memperkuat nilai toleransi sekaligus menjadi benteng bagi generasi muda dari pengaruh intoleransi dan radikalisme.
Perayaan malam takbiran di Titik Nol Kilometer Kupang ini pun menjadi gambaran nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam merawat persatuan di tengah kemajemukan bangsa. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....