Renungan Pra-Paskah: Kasih itu Rela Berkorban Jadi Pesan Iman
- 17 Mar 2026 06:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Memasuki masa Pra-Paskah, umat Kristen diajak untuk merenungkan makna kasih yang sejati melalui firman Tuhan dalam Yohanes 3:16. Dalam sebuah penyampaian renungan, Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat, Sherniyati Tamo Ina, S.Th, menekankan bahwa kasih Allah merupakan kasih yang rela berkorban tanpa syarat.
Dalam renungan tersebut disampaikan bahwa masa Pra-Paskah menjadi waktu khusus bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari dan merefleksikan kedalaman kasih Allah. Yohanes 3:16 disebut sebagai inti dari kabar keselamatan, yang menunjukkan bahwa kasih Allah bukan didasarkan pada kebaikan manusia, melainkan murni sebagai inisiatif Ilahi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengorbanan terbesar terlihat ketika Allah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk keselamatan manusia. Tindakan ini menggambarkan kasih yang tidak terbatas, melampaui nilai dan ukuran apa pun dalam kehidupan manusia, termasuk dalam budaya lokal yang menjunjung tinggi pengorbanan.
Selain itu, tujuan dari kasih yang berkorban tersebut adalah agar manusia tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. Hidup kekal tidak hanya dimaknai sebagai kehidupan setelah kematian, tetapi juga sebagai kualitas hidup yang penuh damai, pengampunan, dan pengharapan sejak saat ini.
Melalui pesan ini, umat diajak untuk merespons kasih Allah dengan hidup dalam kerendahan hati, semangat berkorban bagi sesama, serta menjadikan pengharapan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Masa Pra-Paskah pun diharapkan menjadi momentum perubahan hidup yang nyata dalam tindakan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....