Sokola Institute Luncurkan 40 Modul Ajar Kontekstual Sumba
- 15 Mar 2026 12:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Program Manager Sokola Institute, Fadilla Mutiarawati, menyampaikan laporan panitia dalam kegiatan diseminasi Program Tahakola Hubba sekaligus peluncuran modul ajar Relevan bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Sumba Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Sumba Barat dan dihadiri Wakil Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, para pejabat dinas terkait, tokoh masyarakat, kepala sekolah, pengawas, serta para guru SD.
Dalam laporannya, Fadilla menegaskan bahwa pendidikan di Sumba tidak hanya bertumpu pada buku pelajaran, tetapi juga perlu memanfaatkan bahasa lokal yang dimiliki masyarakat. Hal ini dinilai penting terutama pada jenjang pendidikan dasar, karena anak-anak lebih mudah memahami pelajaran ketika menggunakan bahasa ibu yang dekat dengan kehidupan mereka.
Menurutnya, penggunaan bahasa ibu dalam proses belajar dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa sekaligus menjadikan pendidikan lebih inklusif dan adil. Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga serta dukungan William and Lily Foundation, sebanyak 92 guru kelas 1, 2, dan 3 SD telah mengikuti pelatihan untuk memahami konteks sosial anak serta memanfaatkan alam dan kehidupan masyarakat sebagai sumber belajar.
Para guru dilatih untuk menggali pengalaman hidup sehari-hari sebagai bahan pembelajaran, mulai dari lingkungan sekitar, aktivitas masyarakat, hingga budaya lokal. Dari proses tersebut, para guru kemudian menyusun modul ajar yang dapat digunakan sebagai bahan bacaan dan pembelajaran bagi siswa di sekolah dasar.
Selama periode Oktober hingga Maret, sebanyak 40 guru juga mendapat pendampingan intensif untuk menyusun modul ajar berbasis konteks lokal. Hasilnya, lahir 40 modul ajar dengan tema dekat dengan kehidupan anak-anak seperti mata air, hutan, kayu bakar, hingga rumah adat. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan sinyal dan listrik, modul-modul tersebut diharapkan menjadi dokumen hidup yang terus dikembangkan agar anak-anak Sumba tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga percaya diri, mengenal budaya, serta memahami lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....