Ogoh-Ogoh Semarakkan Rangkaian Nyepi Kupang

  • 13 Mar 2026 04:02 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Umat Hindu di Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai mematangkan rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang jatuh pada tahun 2026. Berbagai agenda sosial hingga ritual keagamaan disiapkan sebagai bagian dari tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.

Ketua Panitia Pawai Ogoh-ogoh, I Wayan Gede Astawa mengatakan, rangkaian kegiatan telah dimulai dengan aksi sosial donor darah yang digelar pada Minggu, 1 Maret lalu. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat luas sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.

Kegiatan aksi donor darah Minggu 1 Maret 2026

“Kegiatan pembuka kami adalah bakti sosial donor darah. Tidak hanya umat Hindu, tetapi masyarakat umum juga ikut berpartisipasi menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan,” ujar Astawa.

Selain itu, panitia juga menggelar kegiatan Saka Pogasewana dengan berbagi takjil serta berbuka puasa bersama masyarakat di Masjid Al-Fitrah Oesapa. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Kupang.

Memasuki pertengahan Maret, umat Hindu akan melaksanakan upacara penyucian diri dan alam semesta atau Melasti pada 16 Maret di kawasan Pantai Oivah, tepatnya di Pulau Oivanantha.

Sementara itu, puncak rangkaian kegiatan akan digelar pada 18 Maret melalui upacara Tawur Kesanga di kawasan Bundaran El Tari. Upacara tersebut akan dirangkaikan dengan pawai ogoh-ogoh yang menjadi atraksi budaya sekaligus simbol pembersihan alam sebelum umat Hindu memasuki hari suci Nyepi.

“Puncaknya nanti Tawur Kesanga yang dirangkaikan dengan pawai ogoh-ogoh sebelum kita memasuki Hari Raya Nyepi,” ujar Astawa. Setelah itu, umat Hindu akan menjalani Tapa Brata Penyepian sebagai inti perayaan Nyepi.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan Dharma Santi yang dijadwalkan berlangsung setelah masa libur berakhir. Astawa menegaskan bahwa, seluruh kegiatan perayaan Nyepi di Kupang dirancang inklusif dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Bahkan pada sejumlah kegiatan budaya, partisipasi juga datang dari unsur aparat Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Namun untuk beberapa kegiatan tahun ini, keterlibatan lintas unsur tersebut disesuaikan karena bertepatan dengan bulan puasa dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga banyak pihak memiliki agenda masing-masing.

“Karena waktunya bertepatan dengan bulan puasa dan menjelang Idul Fitri, banyak stakeholder yang memiliki kesibukan. Jadi untuk kegiatan kali ini kami menyesuaikan,” ujarnya.

Rangkaian perayaan Nyepi di Kupang setiap tahunnya tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi ruang memperkuat nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. (As)

Rekomendasi Berita