Bupati Kupang Panen Perdana Jagung di Desa Silu

  • 12 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan panen perdana jagung di lahan milik Pemerintah Desa Silu seluas lima hektar yang dikelola oleh karang taruna setempat, Rabu,11 Maret 2026.

Yosef Lede mengaku bangga atas langkah Pemerintah Desa Silu bersama para pemuda yang berhasil memanfaatkan lahan desa untuk kegiatan pertanian. Ia menilai apa yang dilakukan tersebut dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada.

Dari lahan seluas lima hektar tersebut, diperkirakan menghasilkan rata-rata delapan ton jagung per hektar, sehingga total produksi mencapai sekitar 40 ton.

Menurut Yosef Lede, langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Silu bersama karang taruna merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden Republik Indonesia terkait pemanfaatan dana desa sebesar 20 persen untuk program ketahanan pangan.

“Saya sebagai Bupati Kupang menyampaikan terima kasih karena kepala desa tidak saja melaksanakan perintah Presiden, tetapi juga memanfaatkan sumber daya manusia melalui karang taruna, serta potensi lahan dan sumber air untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yosef Lede.

Ia menilai Kepala Desa Silu layak menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Kupang dalam mengelola dana desa secara tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Namun Yosef Lede juga mengingatkan pemerintah desa dan para pemuda agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, potensi lahan dan sumber air di Desa Silu masih sangat besar dan dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi pertanian.

Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Yosef Lede, melalui dinas teknis terkait akan membantu memaksimalkan potensi yang ada di desa tersebut.

Ia juga menegaskan pentingnya ketahanan pangan di tengah situasi global saat ini, sehingga masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait pemasaran hasil panen, karena pemerintah melalui Perum Bulog akan membeli hasil produksi pertanian masyarakat, baik padi maupun jagung, dengan harga standar nasional. (AI)



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....