Festival Paskah 2026 Hadirkan Inovasi Digital dan Semangat Toleransi
- 12 Mar 2026 11:59 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama panitia penyelenggara tengah mematangkan berbagai persiapan teknis guna menyambut Festival Paskah 2026 dengan konsep yang lebih inovatif dan menarik. Perayaan tahun ini tidak hanya difokuskan pada ritual keagamaan, tetapi juga dikembangkan sebagai ajang promosi budaya serta pariwisata religi di NTT.
Erenst Blegur, S.E,M.M., Ketua Pengurus Pemuda Sinode GMIT dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang Kamis, 12 Maret 2026 menjelaskan, salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah penggunaan teknologi digital dalam proses pendaftaran peserta pawai. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah administrasi sekaligus memastikan pengelolaan peserta berjalan lebih tertib dan aman.
“Digitalisasi tersebut juga memberikan kesempatan lebih luas bagi kelompok pemuda gereja dari berbagai wilayah untuk berpartisipasi secara terorganisir dalam memeriahkan perayaan kemenangan umat Kristiani,” katanya.
Selain itu, menurut Erenst, panitia merencanakan perluasan rute pawai Paskah yang selama ini melintasi jalan-jalan protokol utama Kota Kupang. Penyesuaian rute dilakukan agar lebih banyak masyarakat dapat menyaksikan kreativitas mobil hias dari dekat, sekaligus untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap lancar dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan.
Festival Paskah juga diharapkan menjadi ruang kebersamaan lintas agama. Panitia menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat sebagai simbol toleransi dan kerukunan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Kehadiran berbagai elemen masyarakat dari latar belakang budaya dan kepercayaan yang berbeda diharapkan dapat memperkuat pesan perdamaian yang dibawa dalam perayaan Paskah,” ujar Erenst.
| Baca juga: Dekranasda Promosikan Produk IKM Rote Ndao |
Tidak hanya pawai kemenangan, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung seperti lomba paduan suara dan pameran ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Melalui bazar tersebut, masyarakat dapat mempromosikan berbagai produk kerajinan khas NTT kepada pengunjung festival.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan yang datang.
Dari sisi keamanan, aparat kepolisian bersama petugas gabungan akan disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari lokasi ibadah hingga rute pawai obor. Panitia juga, tambah Erens, menyiapkan fasilitas pendukung seperti area parkir tertata, toilet portabel, serta posko kesehatan untuk memastikan kenyamanan pengunjung.
Masyarakat yang berpartisipasi juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban selama festival berlangsung. Kesadaran bersama dinilai menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan acara.
Dengan berbagai inovasi serta kolaborasi berbagai pihak, Festival Paskah 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Timur. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....