Wabup Sumba Barat Resmikan Modul Ajar Kontekstual Berbasis Kearifan Budaya Sumba
- 12 Mar 2026 11:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menggelar kegiatan diseminasi sekaligus peluncuran Modul Ajar Relevan Budaya Sumba sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan serta budaya lokal Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Samuel Kali Kulla, perwakilan William & Lily Foundation, serta para pengawas pendidikan dan guru dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Sumba Barat.
Dalam laporan panitia disampaikan bahwa kehadiran budaya lokal serta penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran sangat penting agar peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran. Selain itu, penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran juga dianggap penting untuk membantu siswa memahami konsep literasi dan numerasi dengan lebih baik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pendidikan formal dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sebanyak 60 guru dari berbagai sekolah sebelumnya telah mengikuti pelatihan pengembangan metode pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Pelatihan tersebut menghasilkan sekitar 40 modul pembelajaran yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal Sumba sebagai bagian dari materi ajar.
Perwakilan guru melalui Kepala Sekolah Wee Karou menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan lembaga mitra yang telah melibatkan para guru dalam proses penyusunan modul tersebut. Menurutnya, materi pembelajaran yang disusun berdasarkan kehidupan dan budaya masyarakat setempat membuat proses belajar di kelas menjadi lebih hidup dan mudah dipahami oleh para siswa.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumba Barat Thimotius T. Ragga secara resmi meluncurkan modul ajar tersebut yang ditandai dengan pengetukan palu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, serta berharap modul pembelajaran berbasis budaya ini dapat memperkuat kualitas pendidikan dan membentuk karakter generasi muda di Kabupaten Sumba Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....