Puluhan Paus Pilot Terdampar Massal di Rote Penyebab Masih Dikaji

  • 11 Mar 2026 16:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, menjelaskan bahwa peristiwa paus terdampar secara massal merupakan fenomena yang dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti ikatan sosial kuat antar individu paus, gangguan sistem navigasi akibat kebisingan di laut, kondisi pantai yang landai, serta faktor kesehatan dan lingkungan.

Demikian disampaikan Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang,kepada RRI, Rabu 11 Maret 2026 di Kupang.

“Penyebab pasti kejadian ini masih memerlukan kajian lebih lanjut melalui analisis ilmiah yang komprehensif,” ujar Imam Fauzi.

Sementara itu Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam penanganan berhasil menyelamatkan sekitar 34 ekor paus pilot yang terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi konservasi, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam menangani peristiwa mamalia laut terdampar secara efektif.

“Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga ekosistem laut kita. Kami mengapresiasi respon cepat dari KKP melalui Balai Pengelolaan Kelautan Kupang serta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penyelamatan dan penanganan paus pilot yang terdampar di wilayah Rote Ndao,” ujar Bupati Rote Ndao dalam siaran pers diterima RRI, 11 Maret 2026 di Kupang.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang menekankan pentingnya penguatan perlindungan keanekaragaman hayati laut serta kolaborasi multipihak dalam menjaga kesehatan ekosistem laut Indonesia sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.

Untuk diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Kupang berhasil menyelamatkan sekitar 34 ekor paus pilot yang terdampar di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Upaya penyelamatan dilakukan secara cepat melalui kolaborasi aparat, organisasi konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat setelah puluhan mamalia laut tersebut dilaporkan terdampar pada 9–10 Maret 2026.(VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....