Pelajar Rote Ndao Perkuat Gerakan Anti Narkoba

  • 05 Mar 2026 17:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote – Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur. Data Badan Narkotika Nasional menunjukkan kerentanan pelajar tetap tinggi.

BNN mencatat prevalensi penyalahgunaan narkotika di NTT tergolong rendah dibanding provinsi lain. Angkanya sekitar 0,10 persen atau sekitar 4.875 orang usia 15–64 tahun.

Namun kelompok remaja dan pelajar tetap menjadi sasaran utama peredaran narkoba. Karena itu penguatan edukasi dan pencegahan terus digencarkan.

Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan BNN Kabupaten Rote Ndao, Mona Siagian, menyoroti fenomena baru di kalangan remaja. Ia menyebut adanya kasus penggunaan tanaman kecubung pada tahun 2026.

“Walaupun kecubung belum masuk kategori narkotika, efeknya sangat berbahaya dan bersifat adiktif,” kata Mona Siagian kepada RRI, Rabu 4 Maret 2026.

Menurutnya bahan tersebut dapat menimbulkan efek halusinasi serta kerusakan kesehatan mental. Karena itu masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk zat adiktif.

BNN Rote Ndao juga melibatkan pelajar sebagai duta anti narkoba. Program ini bertujuan memperkuat edukasi bahaya narkoba di lingkungan sekolah.

Salah satu pelajar duta anti narkoba, Nindy Hendrik, mengajak teman sebaya menjauhi narkoba. Ia menilai masa depan remaja harus dilindungi sejak dini.

“Pelajar cerdas memiliki tujuan hidup jelas dan berani mengatakan tidak kepada narkoba,” ujar Nindy Hendrik.

Ia juga mengingatkan narkoba bukan solusi atas masalah kehidupan. Menurutnya narkoba justru menghancurkan masa depan generasi muda. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....