Kampung Nelayan Merah Putih Dorong Ekonomi Pesisir NTT

  • 26 Feb 2026 20:09 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki wilayah laut yang jauh lebih luas dibanding daratan, dengan potensi perikanan tangkap dan budidaya yang melimpah. Sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup pada sektor kelautan, sehingga penguatan infrastruktur dan tata kelola perikanan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Salah satu upaya strategis yang kini didorong pemerintah adalah pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai pusat ekonomi kelautan terpadu di kawasan pesisir. Hal tersebut disampaikan Sulastri H. I. Rasyid, S.Pi., M.Si - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (KKP) Prov. NTT dalam wawancara di RRI Pro 1 Kupang, Kamis, 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan inisiatif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk mentransformasi desa nelayan menjadi kawasan perikanan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, NTT memiliki tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) strategis, yakni 573, 713, dan 714, yang mencakup perairan Sumba, Flores, Alor, hingga Laut Sawu.

Potensi ikan pelagis besar, pelagis kecil, serta komoditas unggulan lainnya menjadi modal utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Pada tahap awal, terdapat empat kabupaten yang menjadi prioritas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Kabupaten Manggarai Barat di Warloka, Kabupaten Kupang di Sulamu, Kabupaten Flores Timur di Desa Mudakaputu, serta Kabupaten Alor di Adang.

Tahap berikutnya akan menyasar Kabupaten Ende dan Flores Timur, sementara usulan lokasi baru tahun 2026 mencakup Kabupaten Sikka dan Kota Kupang di Kelurahan Lasiana. Sulastri menegaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar penataan permukiman nelayan, tetapi pembangunan kawasan ekonomi terpadu yang dilengkapi dermaga tambat labuh, SPBU khusus nelayan, tempat pelelangan ikan, fasilitas perbaikan kapal, cold storage, hingga koperasi sebagai pengelola sistem usaha.

Dengan fasilitas terintegrasi ini, diharapkan biaya operasional nelayan lebih efisien dan nilai jual hasil tangkapan meningkat. Ia berharap program ini dapat diperluas ke lebih banyak wilayah pesisir di NTT, sekaligus mendorong pengembangan kampung budidaya seperti rumput laut, garam, dan udang.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, sektor kelautan dan perikanan diyakini mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....