Mutiara Pagi: Meminta Layaknya Orang Beriman
- 26 Feb 2026 17:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Doa merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan orang beriman. Namun dalam perjalanan iman, tidak semua permohonan langsung dikabulkan sesuai harapan.
Ada doa yang segera dijawab, ada pula yang membutuhkan waktu panjang, bahkan terasa seolah tidak mendapatkan jawaban. Situasi inilah yang kerap menguji kesabaran dan kedalaman iman umat Kristiani.
Dalam terang Injil Matius 7:7-12, umat diajak untuk memahami bahwa waktu dan cara Tuhan menjawab doa sepenuhnya berada dalam penyelenggaraan-Nya. Sabda “Mintalah, carilah, ketoklah” bukanlah jaminan bahwa setiap permintaan akan dipenuhi persis seperti yang dimohonkan, melainkan penegasan bahwa Tuhan selalu memberikan jawaban yang baik bagi anak-anak-Nya.
Hal tersebut disampaikan oleh Zakarias Paus Tola, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik pada Bidang Urusan Agama Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT dalam program Mutiara Pagi di RRI Pro 1 Kupang, Kamis, 26 Februari 2026. Dalam renungannya yang bertajuk “Meminta Layaknya Orang Beriman”, ia menegaskan pentingnya sikap sabar dan pasrah dalam menantikan jawaban doa.
Zakarias menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, ketika seseorang meminta bantuan kepada sesama, ia sadar tidak bisa memaksakan kehendak. Orang yang meminta harus bersabar, mengikuti ketentuan yang ada, dan menghormati keputusan pemberi bantuan.
Namun dalam relasi dengan Tuhan, sikap ini sering kali berbeda. Umat cenderung menuntut dan merasa berhak atas jawaban yang diinginkan. Ia mengingatkan bahwa, penghormatan kepada Tuhan seharusnya jauh lebih besar daripada kepada manusia.
Banyak orang berdoa dengan penuh kerendahan hati, tetapi lupa bersyukur ketika permohonannya dikabulkan. Bahkan ada yang menjadi sombong dan merasa keberhasilan adalah hasil usaha sendiri, tanpa menyadari penyertaan Tuhan di dalamnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Tuhan selalu menjawab doa dengan karunia yang baik. Jika permintaan tidak dikabulkan sesuai harapan, bisa jadi permohonan tersebut belum sepenuhnya benar atau belum tepat bagi kebaikan hidup manusia.
Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan meluruskan dan memberikan yang terbaik. Menutup pesannya, Zakarias mengajak umat untuk memanfaatkan masa Prapaskah sebagai momentum memperbaiki cara beriman, khususnya dalam menanggapi jawaban doa.
Ia mengingatkan agar umat tidak menyombongkan diri atas berkat yang diterima, melainkan belajar menjadi anak-anak Allah yang sabar, setia, dan penuh rasa syukur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....