Undana Jaga Akses Pendidikan Rakyat menuju Universitas Kelas Dunia
- 26 Feb 2026 13:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Universitas Nusa Cendana saat ini tengah berupaya dalam menjaga keseimbangan antara identitas historisnya sebagai kampus rakyat yang inklusif dengan ambisi besar menjadi universitas kelas dunia yang diakui secara internasional. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng. dalam Wawancara Kupang Pagi di Pro 1 RRI Kupang Rabu, 25 Februari 2026 menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi negeri pertama di Nusa Tenggara Timur, Undana memiliki tanggung jawab moral yang sangat kuat untuk tetap menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kami berkomitmen secara penuh bahwa seluruh proses transformasi menuju standar global yang sedang berjalan tidak akan pernah mengorbankan akses pendidikan bagi warga lokal yang selama ini sangat mengandalkan Undana untuk mengubah nasib hidup mereka melalui jalur pendidikan tinggi,” ujar Rektor. Di sisi lain, menurur Pof. Jefri, standarisasi menuju universitas berkelas dunia merupakan sebuah keharusan yang mendesak agar seluruh lulusan dari Nusa Tenggara Timur memiliki daya saing yang setara dengan lulusan dari perguruan tinggi besar lainnya yang berada di Pulau Jawa.
“Peningkatan akreditasi internasional serta penguatan riset global menjadi syarat mutlak yang harus segera dipenuhi agar Undana tidak tertinggal dalam peta persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat dan dinamis di tengah arus globalisasi saat ini,” katanya. Pengelolaan keuangan yang berbasis Badan Layanan Umum atau BLU terus dioptimalkan secara kreatif guna mencari sumber pendapatan baru di luar uang kuliah tunggal mahasiswa agar beban biaya pendidikan tetap bisa ditekan seminimal mungkin bagi keluarga prasejahtera.
Optimalisasi berbagai aset kampus serta hilirisasi hasil riset para dosen kepada dunia industri diharapkan dapat menjadi mesin ekonomi tambahan yang mampu mensubsidi kebutuhan operasional pendidikan tinggi yang semakin mahal setiap tahunnya. Prof Jefri menambahkan, pembangunan laboratorium modern dan fasilitas digital mutakhir memang sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sesuai standar global namun pemerintah pusat diharapkan tetap memberikan dukungan alokasi anggaran yang proporsional bagi wilayah-wilayah perbatasan yang memiliki tantangan ekonomi unik.
“Keseimbangan antara kualitas dan keterjangkauan ini sangat krusial agar pendidikan bermutu tinggi tidak menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja melainkan tetap menjadi hak dasar bagi seluruh putra-putri berprestasi di NTT,” ujarnya. Program kolaborasi dengan berbagai mitra internasional terus digalakkan secara intensif untuk memberikan paparan global kepada mahasiswa tanpa menuntut mereka mengeluarkan biaya tambahan yang dapat memberatkan kondisi finansial orang tua wali di daerah asal.
Visi menjadi universitas kelas dunia ini diwujudkan melalui penguasaan bahasa asing serta literasi teknologi yang mumpuni agar mahasiswa Undana mampu beradaptasi dengan standar kerja internasional di mana pun mereka berada setelah menyelesaikan masa studi. Prof. Jefri menegaskan, transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih lincah dan transparan merupakan modal utama dalam mengelola konflik kepentingan antara aspek sosial pendidikan dengan kebutuhan komersial di lingkungan universitas.
Kepemimpinan yang visioner sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan strategis yang diambil tetap mengacu pada cita-cita luhur para pendiri universitas dalam upaya memajukan kecerdasan kehidupan bangsa khususnya bagi masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....