Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Perkuat Sektor Pertanian Dengan Demo

  • 26 Feb 2026 11:44 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian. Pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional demi meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Program prioritas utama yang sedang dijalankan adalah pengembangan Desa Model Pertanian (Demo Tani) untuk menangani masalah kemiskinan ekstrem serta menekan angka stunting. Melalui pendekatan ini, pemerintah memfokuskan bantuan pada berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, sorgum, hingga tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi sangat tinggi.

Gerakan Masyarakat Agribisnis Jagung (Gema Agung) terus diperluas cakupannya dari hulu hingga ke hilir untuk menciptakan ekosistem industri pangan yang jauh lebih mandiri. Potensi lahan jagung di NTT yang mencapai luas tiga ratus ribu hektar setiap tahunnya diharapkan mampu menjadi pilar utama ketahanan ekonomi.

Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dengan Kementerian Pertanian telah berhasil meningkatkan produksi padi secara signifikan hingga mencapai hampir angka satu juta ton. Peningkatan kapasitas produksi ini merupakan hasil kerja keras para petani dan penyuluh lapangan yang sangat berdedikasi dalam menjaga ketersediaan pangan daerah.

Dengarkan Juga : Strategi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Capai Swasembada⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Strategi pembangunan pertanian ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, serta diversifikasi pangan lokal yang berbasis pada kearifan lokal. Langkah konkret ini mencakup penyediaan bibit unggul, optimalisasi alat mesin pertanian, hingga perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung pemanfaatan lahan kering di NTT.

Pemerintah juga mulai memperkenalkan inovasi teknologi baru seperti pengembangan bawang merah melalui biji untuk efisiensi biaya produksi bagi para petani lokal. Sektor perkebunan seperti kopi, kakao, dan jambu mete turut didorong untuk melakukan hilirisasi agar memberikan nilai tambah yang maksimal bagi pendapatan daerah.

Kolaborasi dengan akademisi melalui program petani masuk kampus menjadi strategi jitu untuk mencetak generasi milenial yang ahli dalam mengelola bisnis sektor pertanian. Keterlibatan anak muda sangat diperlukan sebagai penyangga utama masa depan ketahanan pangan karena usia mayoritas petani saat ini sudah mulai memasuki masa tua.

Dinas Pertanian memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani yang tetap konsisten bekerja menyediakan pangan meskipun harus menghadapi berbagai tantangan alam yang berat. Semangat gotong royong dan kolaborasi multi-pihak diyakini akan mampu membawa Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu lumbung pangan nasional yang tangguh. (AN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....