Cagliari Bunga Mengajak Masyarakat Keren Kelola Sampah
- 22 Feb 2026 13:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Cagliari Bunga menyatakan bahwa inisiatif Teman Sampah Kota Kupang bermula dari keresahan sosial melihat perilaku buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan . Ia berpendapat bahwa masyarakat sebenarnya sudah menyadari bahwa sampah merupakan ancaman bagi kehidupan namun mereka cenderung menggeser masalah tersebut ke tempat lain.
Founder Teman Sampah ini menjelaskan bahwa paradigma masyarakat mengenai kepemilikan sampah harus segera diubah karena pemerintah pun sering keliru dalam mendefinisikan hal tersebut. Beliau menegaskan bahwa sisa makanan atau potongan pohon sebenarnya bukan merupakan sampah karena bahan-bahan tersebut dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Komunitas Teman Sampah membangun relasi yang sangat kuat dengan para peternak lokal dan pengusaha tahu agar limbah organik tidak menumpuk di tempat pembuangan. Cagliari menekankan bahwa masalah utama yang dihadapi daerah ini adalah limbah plastik yang menumpuk akibat hilangnya peran pemerintah dan rendahnya kesadaran kolektif masyarakat.
Strategi kampanye yang dilakukan oleh komunitas ini adalah mengusung tagline unik bertajuk keren kelola sampah untuk menarik minat serta keterlibatan aktif dari generasi muda. Ia tidak ingin menjual janji palsu tentang kekayaan dari sampah melainkan ingin menumbuhkan rasa bangga dan kesadaran diri yang tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengarkan Juga : Sampah Jadi Berkah
Setiap warga yang ingin mendaftar menjadi pelanggan jasa jemput sampah wajib memenuhi syarat utama yaitu harus mampu memilah sampah secara mandiri dari rumah mereka. Jika pelanggan tidak bersedia melakukan pemilahan secara mandiri maka pihak pengelola akan memberlakukan tarif atau nominal berlangganan yang berbeda untuk jasa pemilahan oleh petugas.
Bisnis sosial yang dijalankan selama satu tahun ini telah berhasil memberikan dampak ekonomi yang nyata dengan menghidupkan berbagai lini usaha termasuk jasa rental mobil. Komunitas ini saat ini memiliki enam orang karyawan tetap serta empat orang mahasiswa paruh waktu yang dapat membiayai kuliah mereka hingga lulus melalui pekerjaan ini.
Pada awal perintisan Cagliari harus turun langsung ke jalanan menggunakan sepeda motor untuk menawarkan jasa jemput sampah secara konvensional dari pintu ke pintu warga. Setelah memanfaatkan kekuatan media sosial seperti Instagram dan TikTok jumlah pelanggan mengalami peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai lebih dari seribu pelanggan di Kota Kupang.
Cagliari Bunga berharap agar aktivitas mengelola sampah dapat menjadi gaya hidup baru yang membanggakan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. Masyarakat seharusnya merasa sangat malu jika mereka bisa berbelanja di tempat mewah namun tidak mampu menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. (AN)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....