Wakil Bupati Kupang Tinjau Posyandu di Desa Kiuoni

  • 20 Feb 2026 08:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Aurum Titu Eki melakukan kunjungan lapangan dan monitoring kegiatan Posyandu di Desa Kiuoni, Kecamatan Fatuleu, Rabu, 18 Februari 2026 pagi. Kegiatan ini dilakukan bersama Tim Percepatan Pencegahan Stunting Kabupaten Kupang sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam upaya percepatan penanganan stunting.

Kunjungan dipusatkan di Posyandu Desa Kiuoni yang menjadi salah satu lokus dengan prevalensi stunting tinggi di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka stunting di wilayah tersebut.

Berdasarkan data terbaru, dari total 2.116 sasaran balita di Kecamatan Fatuleu, sebanyak 1.833 balita telah diukur dan tercatat 534 anak mengalami stunting. Sementara di Desa Kiuoni, dari 71 sasaran balita, 67 telah diperiksa dan 35 anak di antaranya masuk kategori stunting.

“Data ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Desa Kiuoni bahkan menyumbang terbesar kasus stunting di Kecamatan Fatuleu. Karena itu, hari ini saya turun langsung bersama tim lengkap untuk melihat kondisi riil di lapangan dan menggali akar permasalahan yang sebenarnya,” kata Aurum.

Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Masyarakat perlu turut aktif dan sadar akan pentingnya menuntaskan stunting.

Wakil Bupati mengajak para orang tua untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak serta rutin memeriksakan balita ke posyandu. Ia juga mendorong kader posyandu agar lebih proaktif melakukan pendekatan jemput bola, termasuk kunjungan rumah ke rumah apabila diperlukan.

Sementara itu, Kepala Desa Kiuoni, Dedi G. Suan, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam penanganan stunting di desanya adalah keterbatasan infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Kendala jalan sungai yang beberapa kami lewati memang cukup besar, sehingga banyak ibu hamil yang melahirkan di rumah. Sehingga tadi saya dengar memang angka stunting yang ada di Desa Kiuoni terlalu banyak Dan itu kendala-kendala kami yang ada di desa,” katanya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan intervensi terintegrasi, baik melalui peningkatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi gizi kepada orang tua, penguatan peran kader posyandu, maupun perbaikan akses infrastruktur pendukung layanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan intervensi secara berkelanjutan guna menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas generasi penerus di wilayah tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dr. Desemiyety Ngatriany, Kasat PolPP Kabupaten Kupang Aprion Jonas Lona, dan Camat Fatuleu Abdi Ida Setia Waty Rohi. Turut hadir Kepala Puskesmas Camplong Julita Violeta Manu. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....