Bappenas: Potensi Sapi Potong Kupang melalui Kemitraan Strategis
- 11 Feb 2026 16:41 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Pembangunan Nasional Republik Indonesia (KPPN/Bappenas) mendorong penguatan sektor peternakan sapi potong di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui program kemitraan strategis berbasis bisnis. Kabupaten Kupang dipilih sebagai salah satu wilayah percontohan karena dinilai memiliki potensi pengembangan ternak serta akses pasar yang mendukung.
Dalam wawancara bersama RRI pada Senin, 9 Februari 2026, Konsultan Project Based sekaligus salah satu penulis buku Kemitraan Strategis, Sefrans Banamtuan, mengatakan program ini berbeda dengan pola bantuan langsung yang selama ini banyak diterapkan. "Saya ingin merekomendasikan waktu penjualan terbaik untuk petani dengan skema timbang karkas yang terbukti secara riset jauh lebih menguntungkan," ungkap Frans yang merupakan sapaanya.
Fokus utama proyek ini adalah mengedukasi masyarakat agar beralih dari pola penjualan sapi hidup konvensional menuju metode timbang karkas yang memberikan nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Frans, bertugas menjembatani riset akademis dengan kebutuhan praktis para peternak guna menciptakan ekosistem bisnis yang lebih modern, efisien dan transparan.
Ia menjelaskan telah menjalin kemitraan sejak 2021 hingga saat ini dengan peternak sapi di Kabupaten Kupang yang merupakan kelompok binaan, salah satunya bertempat di Amarasi Barat. “Bappenas ingin membangun program berbasis bisnis tanpa bantuan instan, agar peternak bisa mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya yang merupakan Perwakilan BPPN/Bappenas.
Frans menjelaskan, kemitraan ini melibatkan peternak binaan, pemerintah daerah, serta pihak offtaker atau pembeli ternak untuk menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan. Program ini dijalankan pada sejumlah kelompok peternak di beberapa kecamatan sentra ternak di Kabupaten Kupang sebagai bagian dari penguatan rantai usaha sapi potong.
Dalam implementasinya, terdapat empat program unggulan yang dikembangkan, yakni kandang sehat, penguatan pakan, timbang karkas, serta tukar ternak untuk menyelamatkan sapi betina bunting. Program timbang karkas menjadi inovasi penting karena mendorong sistem jual beli berdasarkan bobot dan kualitas daging sehingga nilai ekonomi ternak meningkat.
Frans menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah perubahan pola pikir peternak agar tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. “Program ini ibarat mata kail, bukan ikan, karena peternak harus mampu menjalankan usaha sendiri ketika pendampingan sudah selesai,” katanya.
Selain memberi dampak ekonomi bagi peternak binaan, program ini juga telah didokumentasikan dalam buku berjudul, ”Kemitraan Strategis Memperkuat Basis Melampaui Bisnis”. Frans menyebut, Pemerintah Kabupaten Kupang menyambut positif langkah tersebut dan berharap model kemitraan serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Nusa Tenggara Timur.
Kemitraan ini juga melibatkan penguatan infrastruktur pendukung seperti Rumah Potong Hewan (RPH) yang memadai agar rantai pasok daging tetap terjaga kualitas dan standar higienisnya. Sinergi antara pemerintah dan mitra lokal diharapkan mampu menekan angka kemiskinan melalui optimalisasi sektor peternakan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Kupang.
Program ini diproyeksikan untuk mendukung target nasional Asta Cita dalam menyediakan akses protein hewani yang murah dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. "Fondasi bangsa ini tergantung pada pola konsumsi pangan hewani yang kuat untuk mengatasi masalah stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan" tegasnya dalam memaparkan visi tersebut.
Melalui kolaborasi strategis ini, Kabupaten Kupang kini menjadi model nyata bagaimana riset mendalam dan kebijakan pemerintah dapat bersinergi demi kemajuan ekonomi kerakyatan. Keberhasilan proyek ini membuktikan bahwa dedikasi putra daerah dan dukungan sistemik dari Bappenas adalah kunci utama transformasi sektor peternakan di masa depan. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....