Sekolah Aman Ciptakan Lingkungan Nyaman Bagi Siswa

  • 10 Feb 2026 11:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Kasus kekerasan dan tekanan psikologis di lingkungan pendidikan kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya sekolah sebagai ruang aman bagi siswa. Sekolah tidak hanya dituntut aman secara fisik, tetapi juga harus mampu menjamin kenyamanan psikologis agar peserta didik dapat belajar dan berkembang secara optimal.

Praktisi dan Konsultan Pendidikan NTT, Yahya Ado, SS., M.Hum, dalam wawancara Kupang Pagi Pro 1 RRI Kupang Senin, 9 Februari 2026 menegaskan bahwa sekolah sebagai ruang aman berarti menghadirkan lingkungan yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan bahagia seperti berada di rumah sendiri. Menurutnya, konsep sekolah aman tidak sebatas bangunan yang layak, tetapi juga mencakup perlindungan dari kekerasan verbal, perundungan, serta stigma sosial yang dapat merusak mental anak.

Ia menyoroti bahwa persoalan utama yang sering luput adalah aspek keamanan psikologis siswa. Relasi yang tidak sehat antara siswa maupun antara guru dan siswa dapat menimbulkan rasa takut, minder, hingga tekanan mental. Karena itu, sekolah perlu membangun budaya saling menghargai dan memperlakukan semua anak secara setara agar tercipta suasana belajar yang positif.

Yahya menekankan pentingnya filosofi pendidikan yang berlandaskan kasih sayang, pengasuhan, dan pengembangan potensi anak. Guru dinilai berperan sebagai teladan yang tidak hanya fokus pada administrasi pembelajaran, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa. Hubungan yang kuat antara guru dan murid diyakini mampu menciptakan rasa aman serta meningkatkan motivasi belajar.

Faktor ekonomi juga disebut memiliki pengaruh besar terhadap kondisi psikologis siswa. Anak dari keluarga kurang mampu berpotensi mengalami rasa malu atau rendah diri akibat stigma sosial. Karena itu, diperlukan kepedulian bersama di lingkungan sekolah untuk saling mendukung, memperkuat empati, dan membangun semangat gotong royong agar tidak ada siswa yang merasa terasing.

Untuk mewujudkan sekolah yang aman, Yahya mendorong penguatan kapasitas guru serta penyediaan pendampingan akademik dan psikologis bagi siswa. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat harus diperkuat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan saling mendukung perkembangan anak.

Ia berharap, seluruh pihak dapat menjadikan momentum berbagai persoalan pendidikan sebagai bahan refleksi untuk berbenah. Sekolah di NTT diharapkan menjadi ruang yang bebas dari kekerasan dan mampu menghadirkan kesejahteraan lahir batin bagi siswa, sehingga anak-anak dapat tumbuh bahagia dan mengembangkan potensi terbaiknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....