SMK Negeri 2 Kupang Siap Optimalkan Program OSOP
- 30 Jan 2026 15:12 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang–Pelaksanaan program One School, One Product atau OSOP di SMK Negeri 2 Kupang terus didorong sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan yang siap memasuki dunia kerja dan industri. Program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mengaitkan pembelajaran kejuruan dengan kebutuhan pasar secara nyata dan berkelanjutan.
Meski memiliki potensi besar, penerapan OSOP di SMK Negeri 2 Kupang masih menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi optimalisasi pelaksanaannya. Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana produksi, serta dukungan pendanaan operasional sekolah.
“Dari sisi sumber daya manusia misalnya, baik dari sisi guru atau siswa. Pemikiran atau mindset guru tidak semua siap dari pembelajaran konvensional ke pola pembelajaran yang berbasis produksi berbasis kewirausahaan. Jadi OSOP ini saya rasa bagus karena menuntut guru berpikir sebagai pelatih atau trainer sekaligus supervisor yang butuh adaptasi dan komitmen ekstra,” katanya. Keterbatasan kompetensi kewirausahaan dan industri serta beban kerja guru juga masih menghantui persoalan SDM di SMK Negeri 2 Kupang.
Selain aspek SDM, menurut Yohanis, keterbatasan sarana dan prasarana produksi juga menjadi kendala dalam pelaksanaan OSOP di SMK Negeri 2 Kupang. Peralatan praktik yang belum sepenuhnya memenuhi standar industri berdampak pada kualitas dan variasi produk yang dapat dihasilkan oleh peserta didik. “Harus kita akui bahwa masih ada keterbatasan peralatan produksi sesuai standar industri, ruang industri yang belum terintegrasi juga pemeliharaan dan pembaharuan peralatan,” ujarnya.
Dari aspek pendanaan, ketergantungan pada anggaran operasional sekolah yang terbatas, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah, turut memengaruhi keberlanjutan program OSOP. Keterbatasan anggaran ini berdampak pada pengadaan bahan baku, perawatan peralatan, serta pengembangan inovasi produk sekolah.
Meski dihadapkan pada berbagai kendala, SMK Negeri 2 Kupang terus berupaya menjalankan OSOP melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Sekolah juga mendorong peningkatan kompetensi guru serta keterlibatan siswa secara aktif dalam proses produksi sebagai bagian dari pembelajaran.
Ke depan, SMK Negeri 2 Kupang berharap adanya dukungan lebih luas dari pemerintah dan dunia industri untuk memperkuat pelaksanaan OSOP. Dukungan tersebut diharapkan mampu mengatasi hambatan SDM, sarana prasarana, dan pendanaan sehingga program dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal.
“Saya berharap program ini dirancang lebih relevan, sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu berwirausaha. Sedangkan harapan sekolah terhadap OSOP ini produk yang dihasilkan ini bisa berkualitas dan punya nilai estetika,” kata Yohanis menegaskan. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....