Sebanyak 2.210 Guru Undana Siap Jalankan Kurikulum Merdeka

  • 28 Jan 2026 22:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) melantik 2.210 Guru Profesional lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025 yang diproyeksikan menjadi garda terdepan implementasi Kurikulum Merdeka dan pembelajaran digital di satuan pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengukuhan lulusan PPG Guru Tertentu Tahap dua ini dilaksanakan secara hybrid dari Aula FKIP Undana, Rabu (28/1/2026), setelah seluruh peserta dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) yang mencakup Ujian Kinerja dan Ujian Pengetahuan.

Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., menegaskan bahwa guru profesional masa kini dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang berpihak pada murid, kontekstual, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

“Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan guru yang reflektif, inovatif, dan berintegritas. Gelar guru profesional harus diterjemahkan dalam praktik pembelajaran yang bermakna di kelas,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menyebut pengukuhan ini sebagai momentum awal bagi para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Menurutnya, penguasaan platform digital, asesmen berbasis teknologi, dan diferensiasi pembelajaran menjadi kompetensi kunci guru dalam mendukung Kurikulum Merdeka.

Sementara itu, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Alfonsius Ara Kian, berharap lulusan PPG Undana mampu menjadi agen perubahan di sekolah, sekaligus teladan dalam membangun ekosistem belajar yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Perwakilan lulusan, Inggrid Kota, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa proses PPG membekali peserta dengan kemampuan merancang pembelajaran berbasis refleksi, teknologi, dan kebutuhan murid. 

“Kami belajar bahwa guru harus terus beradaptasi agar pembelajaran tetap hidup dan bermakna,” katanya. Melalui pelantikan ribuan guru profesional ini, Undana menegaskan komitmennya mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penguatan Kurikulum Merdeka dan digital learning di wilayah timur Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....