SMAN 1 Kupang Timur Budidaya Cabai Bernilai Ekonomis

  • 28 Jan 2026 22:00 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang -SMA Negeri 1 Kupang Timur membuktikan bahwa dunia pendidikan mampu berperan langsung dalam penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan lahan sekolah secara produktif. Melalui program pembelajaran berbasis proyek, sekolah ini berhasil membudidayakan tanaman cabai yang memberikan nilai ekonomis signifikan.

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp35 juta, SMAN 1 Kupang Timur mengelola lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi untuk budidaya cabai. Sebanyak 3.600 pohon cabai ditanam pada 36 bedeng, dari total luas lahan sekolah mencapai 1,5 hektare yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Hasilnya, produksi cabai dari lahan sekolah tersebut mampu menghasilkan estimasi pendapatan hingga Rp150 juta. Panen dilakukan secara rutin setiap minggu dengan harga jual mencapai sekitar Rp55 ribu per kilogram.

Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian berbasis sekolah dapat menjadi sumber ekonomi alternatif yang menjanjikan. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa.

Para siswa tidak hanya mempelajari teori pertanian dan kewirausahaan di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penanaman, perawatan, hingga pemasaran hasil panen. Keberhasilan SMAN 1 Kupang Timur mendapat apresiasi dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang menilai sekolah-sekolah dapat menjadi pusat produksi pertanian berbasis potensi lokal.

SMA-SMA di Kabupaten Kupang terbukti bisa menjadi pusat produksi pertanian yang kita dorong bersama,” ujarnya saat menghadiri panen raya cabai di sekolah tersebut.

Bupati Kupang Yosef Lede juga menilai program ini sebagai contoh sinergi antara pendidikan dan pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, optimalisasi lahan sekolah tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang produktif dan peduli lingkungan.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen mendukung pengembangan lahan sekolah yang masih kosong agar dapat dimanfaatkan untuk tanaman produktif lainnya, sehingga manfaat pendidikan dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....