Tanam Ribuan Pohon, JPM Libatkan Warga Cegah Erosi

  • 26 Jan 2026 11:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang: Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) melaksanakan program penanaman ribuan pohon di sejumlah desa di Kabupaten Kupang sebagai upaya pencegahan erosi dan banjir. Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan pemerintah desa, Forum PRB, serta masyarakat setempat agar hasilnya dapat berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Yayasan JPM, Yohanis Pakereng dalam Program Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Kupang, khususnya Green Radio pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Lebih lanjut dikatakan, Dalam program penghijauan yang didukung PLN Wilayah NTT tersebut, JPM membagi kegiatan ke dalam dua bagian. Pertama, penanaman pohon produktif berupa anakan mangga dan jeruk di pekarangan rumah warga di Desa Bolok, Nitneo, dan Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat. Di Desa Bolok ditanam sekitar 2.400 anakan mangga, sementara di Desa Nitneo dan Kuanheun masing-masing sekitar 1.400 anakan.

Bagian kedua difokuskan pada penanaman pohon penghijauan di bantaran kali Desa Nunkurus. Di wilayah ini, JPM menanam sekitar 1.000 hingga 1.500 anakan pohon yang terdiri dari mahoni, merbau, dan tanjung. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki akar dan batang yang kuat sehingga mampu menahan tanah dan mengurangi laju erosi saat terjadi aliran air yang deras.

Yohanis menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen dalam perawatan. Karena itu, JPM menetapkan pendampingan minimal selama enam bulan untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tantangan di lapangan, seperti kebiasaan ternak dilepas bebas dan rendahnya kesadaran merawat tanaman, diatasi melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat.

Ke depan, Yayasan JPM berharap program penghijauan ini tidak hanya mampu menekan risiko erosi dan banjir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga. Pohon produktif diharapkan dapat menjadi sumber tambahan pendapatan, sementara penghijauan di bantaran kali diyakini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung penghidupan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....