3 Makanan Mewah Ini Dulunya Makanan Orang Miskin
- 04 Jun 2024 13:24 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang - Ada banyak makanan yang awalnya dianggap sebagai makanan murahan, namun kemudian mengalami transformasi luar biasa menjadi hidangan istimewa yang dicari-cari dan simbol kemewahan. Harta karun kuliner ini, yang dulunya dapat diakses oleh semua orang, kini dibanderol dengan harga premium karena berbagai alasan seperti kelangkaan, peningkatan permintaan, pemasaran, penanaman varietas langka dan istimewa, serta perubahan tren makanan.
Dilansir dari chefspencil.com, ada empat makanan yang awalnya dianggap sebagai santapan orang miskin, tetapi sekarang banyak yang telah meningkat statusnya menjadi hidangan mewah yang disajikan di restoran.
1. Kaviar
Tiga ratus tahun lalu, kaviar sering kali disajikan sebagai pendamping gratis di tempat-tempat minum. Pada saat itu, kaviar dianggap sebagai produk sampingan dari ikan sturgeon. Bahkan, kaviar diekspor ke Eropa dari Amerika dengan harga serendah 1 dolar per pon. Namun, awal abad ke-20 menjadi titik balik bagi populasi ikan sturgeon Amerika, karena mereka menghadapi bahaya kepunahan akibat pemanenan berlebihan dan dampak negatif dari revolusi industri.
Pembangunan infrastruktur industri, seperti bendungan dan penghalang, serta sungai-sungai yang tercemar dengan limbah industri mengganggu perkembangbiakan sturgeon, seiring berjalannya waktu, pasokan sturgeon menurun drastis, dan harga kaviar meroket. Saat ini, kaviar paling mahal di dunia bisa mencapai harga hingga 500 dolar per sendok teh.
2. Sushi
Pada awalnya, sushi adalah makanan yang dikonsumsi oleh kelas pekerja Jepang. Sushi merupakan makanan cepat dan praktis yang memberikan nutrisi bagi pekerja dan pelancong.
Seiring dengan popularitas sushi yang meningkat dan menyebar di luar Jepang, persepsi dan harga sushi mulai meningkat. Pada pertengahan abad ke-20, sushi mulai diakui sebagai masakan yang estetis dan elegan, terutama di negara-negara Barat. Perubahan ini mengakibatkan peningkatan permintaan akan bahan baku berkualitas tinggi dan sushi chef terampil, yang pada akhirnya memengaruhi harga sushi.
3. Lobster
Lobster yang saat ini dianggap makanan mewah dulunya merupakan makanan rendahan bagi kaum miskin. Pada awal penjelajahan Dunia Baru, lobster begitu melimpah di sepanjang pantai sehingga sering kali dianggap hanya sebagai sumber daya umum. Bahkan, lobster disebut sebagai “kecoa laut” dan disajikan kepada narapidana dan pekerja tanpa bayaran.
Namun, seiring berjalannya waktu, meningkatnya permintaan akan lobster, ditambah dengan faktor-faktor seperti penangkapan berlebihan dan kerusakan habitat, menyebabkan penurunan ketersediaan. Lobster, yang dulu dianggap sebagai pangan sederhana, mulai naik statusnya menjadi hidangan mewah dan termasuk dalam makanan laut termahal di dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....