Barongko, Kue Khas Bugis Makassar dengan Filosofi Nilai Siri' hingga Kejujuran

  • 27 Jan 2024 13:37 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Kota Makassar yang dihuni masyarakat multietnis menyimpan beragam warisan kebudayaan dari masa lampau. Mulai dari tarian, seni pertunjukan, hingga kuliner. kuliner Makassar selalu menjadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan.

Ragam kuliner khas asal Makassar, Sulawesi Selatan, salah satunya bernama Barongko. Kue berbahan dasar pisang atau dalam bahasa bugis utti manurung, telur, gula dan santan biasanya di tambahkan nangka atau panasa dalam bahasa Bugis-Makassar dibungkus menggunakan daun pisang, dengan cita rasa dari kue basah ini lembut, manis dan wangi.

Melalui SK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bernomor 60128/MPK.E/KB/2017 Barongko ini juga tercatat sebagai warisan budaya tak benda.

Dalam warisanbudaya.kemdikbud.go.id dituliskan, kuliner khas Sulawesi Selatan ini, konon menu yang dihidangkan sebagai makanan penutup para raja, juga diyakini berasal dari kerajaan terbesar di Gowa, Sulawesi Selatan, di masa lampau. Selain itu Barongko bisa ditemukan di momen-momen tertentu, seperti di pernikahan, upacara adat dan keagamaan.

Dilihat dari asal namanya, Barongko merupakan singkatan dari "barangku mua udoko", yang dalam bahasa Bugis artinya "barangku sendiri yang kubungkus".

Secara harfiah memang adonan Barongko dimasak dan disajikan dengan dibungkus menggunakan daun pisang

Namun filosofi bagi orang Bugis Makassar, arti membungkus atau menjaga harga diri merupakan amalan dari nilai siri’ dengan maksud untuk menjaga harkat dan martabat diri sendiri dan keluarga.

Selain itu, juga melambangkan keharmonisan dan keselarasan dalam bertindak, baik di keluarga atau di luar lingkup masyarakat. Makanya kue Barongko ini wajib dibuat berbahan daun pisang dan tidak boleh diganti menggunakan pembungkus lain.

Sementara rasa manis dan gurih Barongko memiliki harapan akan kesejahteraan dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam bentuk rezeki maupun keturunan. Filosofi kejujuran dalam setiap gigitan Barongko didapat dari irisan nangka atau panasa yang terkait dengan ungkapan Bugis yaitu "Iyyana kuala sappo unganna panasae nabelona kanukue" yang artinya "kuambil sebagai pagar diri dalam rumah tangga ialah kejujuran dan kesucian".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....